Ivi keluar dari kamar tamu lalu menoleh ke samping. Tatapannya bertabrakan dengan tatapan Ibam yang juga baru keluar dari kamar. Keduanya sudah dalam keadaan rapi. Ivi berjalan lebih dahulu menuju dapur. Ivi berdiri di depan meja dapur sementara Ibam duduk di meja makan, memerhatikan istrinya dari belakang. Wanita itu mengambil satu buah cangkir dari dalam lemari lalu menuangkan gula dan kopi di dalamnya. Setelah itu ia menaruh cangkir itu di bawah kran dispenser dan menekan tombol hingga air panas jatuh hampir memenuhi isi gelas. Ia mengambil sendok kecil dalam lemari lalu mengaduk-aduknya dan menyajikannya di depan Ibam yang langsung mengucapkan terima kasih dengan nada pelan. Wanita itu kembali ke meja dapur dan memasukkan dua lembar roti ke mesin pemanggang lalu beralih pada kulkas

