CHAPTER TUJUH PULUH DELAPAN

2278 Kata

Vanya menunggu di depan kosannya dengan cemas. Ia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah lewat jam sepuluh malam dan ibunya belum juga kembali. Saat Vanya pulang, ibunya sudah tidak ada di rumah dan saat ia mengirim pesan untuk menayakan keberadaannya, wanita itu bilang bahwa ia sedang bertemu dengan teman-teman lamanya. Vanya tidak menyangka bahwa ibunya akan sampai selarut ini. Dan sekarang, nomor telepon ibunya malah tidak bisa dihubungi. Ia mencoba kembali menghubungi nomor ponsel ibunya namun masih tidak aktif. Duduk di lorong kosan dan menatap gerbang kosannya baik-baik. Sebelah kakinya bergerak gelisah. Vanya tak tahu kalau ibunya punya teman yang bisa ia temui. Sepengetahuannya, ibunya berasal dari daerah tempat tinggalnya. Wanita itu hanya sempat beb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN