sudah hampir tiga Minggu semenjak bapak keluar dari rumah sakit, bapak terlihat lebih sehat walaupun harus cuci darah setiap dua kali dalam seminggu, aku selalu berharap bapak selalu sehat.
Akhirnya pekerjaan hari ini selesai juga,
" ya ampun ini udah jam 7, bapak pasti khawatir aku belum pulang" batin ku
aku pun berlari menyusuri koridor kantor yang sudah sangat sepi karena memang sudah malam dan pasti hampir semua karyawan sudah pulang.
Bugh,,,, aku sedikit terpental dan keningku sakit sepertinya aku menabrak punggung orang,
" awhh,,," aku meringis
" kebiasaan jangan lari-lari, ini kantor bukan lapang" ucapnya
"suara itu rasanya aku pernah dengar " batinku
aku mendongak memastikan apa benar aku mengenalnya
" mas Egi??,,, mas ngapain disini?? mas kerja disini juga??" tanyaku beruntun
" nanyanya bisa satu-satu" jawabnya
" maaf,, mas kerja disini juga??"
"iya"
" di Divisi mana? kok g pernah lihat?
" Yang ngurusin banyak orang "
" HRD"
" bisa jadi"
"jawabnya singkat-singkat banget, bisa kali agak panjang dikit gitu"gerutuku
" gak usah ngegerutu " ucapnya
" kenapa baru pulang, lagi banyak kerjaan?" tanyanya
" ngak juga mas, cuma ada file yang musti beres hari ini besok mau di kasih ke CEO" jawabku
" mas sendiri kenapa baru pulang?terus kenapa lembur, biasanya divisi HRD jarang yang lembur??"tanyaku
" aku biasa pulang jam segini " jawabnya
" ohh"
" kamu tau siapa CEO di sini" tanyanya
" enggak, jangankan wajahnya namanya aja aku gak tau" jawabku sambil nyengir
mas Egi cuma geleng kepala aja .
kami pun tiba di lobi kantor
" kamu pulang naik apa?" tanya mas Egi
" naik ojol kayanya, motor aku lagi masuk bengkel aa" jawabku
" gak baik cewek malam-malam pulang sendirian, naik ojol lagi , mas anterin aja" ucapnya
"heh"
" malah bengong ayok" ajak mas Egi
"aku heran kalau mas Egi cuma karyawan HRD kok mobilnya bagus, g mungkin dia korupsi kan" batinku ahh bukan urusanku juga
" kenapa??" tanyanya
" gak kenapa-kenapa mas" jawabku
sepanjang perjalanan menuju ke rumah kami hanya diam, tanpa ada obrolan apapun
Sesampainya di rumah akupun turun dari mobil mas Egi, begitupun mas Egi.
ceklek suara pintu rumah terbuka
"Neng,, dari mana aja kenapa baru pulang?" tanya a Heru
" aa, aa disini" jawabku
" bukanya ngejawab, malah balik nanya" ketus a Heru
" neng lembur a" jawabku
" trus aa dari tadi disini?" tanyaku
" bapak nelpon aa, neng teu uih-uih ( neng gak pulang-pulang), di telpon gak di angkat-angkat" jawab a Heru
" astaghfirullah neng lupa g ngecek hp, maaf a" ucapku
" assalamualaikum a" ucap mas Egi
"wa'alaikumsalam gi, sampai lupa nyapa kamu " ucap a Heru
"ehhh, tapi kok bisa pulang bareng??" tanya a Heru
" kita satu kantor a" ucapku
"nanyanya ke siapa yang jawab siapa"
aku cuma nyengir
" Heru" ucap bapak
"iya pak"
"itu nu uih neng sanes?( yang pulang neng bukan?)" tanya bapak
" muhun pak ( iyak pak)" jawab a Heru
kamipun masuk kedalam rumah
" assalamualaikum" ucap kami bersamaan
" wa'alaikumsalam, neng kamana wae ku bapak di telponan teu di angkat ( neng dari mana aja sama bapak di telponin g angkat)" tanya bapak
" maaf pak, neng fokus ngerjain file jdi lupa waktu" jawabku sedikit menunduk
" mas Egi" bapak menatap mas Egi
mas Egi pun mencium punggung tangan bapak dengan takdzim
"bapak sehat?" tanya mas Egi
" Alhamdulillah" jawab bapak
" mas egi, anterin neng?" tanya bapak
" iya pak, kebetulan kita satu kantor" jawab mas Egi
"ohh gitu, kalian udah makan" tanya bapak
"sudah, belum" jawab kami serempak
bapakpun mengerutkan keningnya
" neng belum makan pak, kan fokus ngerjain tugas" jawabku sambil tersenyum
" yak udah sok bersih-bersih terus makan" ucap bapak
akupun beranjak mau kekamar, belum selangkah naik tangga bapak sudah memanggil lagi
" neng" ucap bapak
" iya pak"
"sebelum ke kamar, bikin dulu minum buat mas Egi" ucap bapak
" mas Egi mau minum apa?" tanyaku
" teh hangat aja" jawabnya
aku hanya mengangguk dan pergi ke dapur mumbuatkan teh untuk bapak, a heru sama mas Egi. setelah memberikan teh ke ruang tamu akupun bergegas masuk kamar.
****
Turun dari kamar aku melihat ke ruang tamu ternyata mereka masih asyik mengobrol.
akupun berjalan ke dapur perutku sudah protes minta di isi,, aku liat di kulkas masih ada bahan-bahan untuk bikin nasi goreng, aku memang belum belanja mingguan karena memang belum sempat.
" neng " teriak bapak
" iyak pak" teriakku dari dapur aku berjalan menuju ruang tamu
" ajakin mas Egi makan " ucap bapak
" gak usah pak, Egi udah makan tadi" jawab mas Egi
" paling tadi siang" ucap bapak
" udah mas biar neng sekalian bikin" ucapku
" neng bapak masuk kamar" ucap bapak
" a Heru pulang yak, kasian teteh di rumah nungguin" ucap a Heru
"mas nunggu di dapur aja, kan gak ada temennya kalau disini, di dapur kan ada neng " ucap bapak
" iya pak"
kami pun berjalan menuju dapur
******
POV Karina
Bagus .... bapak ke kamar, a Heru pulang cuma tinggal kita berdua, lagian kenapa bapak malah nyuruh makan mas Egi kan tadi dia bilang udah makan.mana canggung banget.
" mas tunggu di meja makan aja" ucapku
" ohh iya, maaf jadi ngerepotin" ucapnya
"emang ngerepotin" batinku
aku meneruskan acara memasak yang tertunda tadi, rasanya sedikit risih di liatin oleh laki-laki yang tidak ada hubungan apa-apa denganku baik hubungan darah ataupun hubungan antara laki-laki dan perempuan.
"neng, gimana kerjanya betah" tanyanya
" betah mas, orang-orangnya baik " jawabku
"ehmm"
akhirnya acara memasak nasi goreng selesai, aku masukkan nasinya ke piring
" ini mas nasi gorengnya, mudah2n suka aku tadi lupa nanya selera mas kayak gimana" ucapku
" gak apa-apa, lagian seharusnya mas yang minta maaf udah ngerepotin" ucapnya
kami pun makan dalam diam.