setelah kepergian keluarga om Erwin,aku pun bergegas untuk masuk ke kamar
" Neng, duduk bapak mau ngomong" ucap bapak dengan tegas
"iya pak" aku duduk sambil menundukan kepala
" Neng bapak alim jadi beban kanggo neng, Mun neng keukeuh keluar tinu kerjaan, bapak calik di bumi teh Lita we ( neng bapak gak mau jadi beban buat neng, kalau neng kekeh mau keluar dari pekerjaan neng , bapak akan tinggal di rumah teh Lita)" ucap bapak
Tak terasa air mata ku terus menetes,
" pak, spa salah kalau neng mau berbakti ke bapak, selama ini bapak sudah banyak berkorban buat kebahagiaan neng" ucap ku terisak
" Neng, seorang bapak bakal rela ngorbanin naon wae kanggo anak na, komo neng anak gadis bapak, bungsunya bapak, amanat ti mamah kanggo bapak ( Neng, seorang bapak bakal rela ngorbanin apapun untuk anaknya, apalagi neng anak gadis bapak , bungsunya bapak, amanah dari mamah buat bapak)" ucap bapak terisak
aku mendongak ke arah bapak tidak pernah menyangka kalau bapak akan serapuh ini, akupun memeluk bapak
"maaf pak, neng gak bermaksud bikin bapak sedih"
bapak meraup wajahku
" kupingkeun bapak, neng lakukeun, naon wae kahoyong neng, bapak sehat dan akan selalu sehat(Dengarkan bapak,neng lakuin apapun mau neng, bapak sehat dan akan selalu sehat)" ucap bapak
aku hanya bisa menangis dalam pelukan bapak .
*****
Pagi menjelang aku mulai siap-siap ke kantor karena memang masa cutiku habis, aku beruntung bekerja di tempat yang sangat royal dengan karyawannya. bahkan aku di beri cuti satu Minggu padahal aku baru bekerja 3 bulan.
aku turun ke bawah, untuk sarapan
" assalamualaikum pak" aku mencium punggung tangan bapak dengan takdzim
"wa'alaikumsalam, neng sarapan dulu"
" iya pak, bapak neng kan kerja trus bapak gak apa-apa sendirian di rumah" tanyaku
" nanti siang teh Lita ke sini habis jemput Sarah sekolah" jawab bapak
" Alhamdulillah neng lega, bapak ada temennya, jadi neng tenang kerjanya" ucap ku sambil tersenyum
" yak udah neng berangkat kerja dulu yak , bapak jaga diri baik-baik di rumah" ucapku sambil mencium punggung tangan bapak dengan takdzim
" iya" jawab bapak sambil mengusap pucuk kepala ku
" assalamualaikum"
****
Baru satu Minggu gak ngantor rasanya lama banget,
"assalamualaikum" ucapku pada key dan Bella
" yak ampun karin,, akhirnya masuk kerja juga kita kangen loh" ucap key sambil berpelukan kaya teletubies
" Alhamdulillah aku baik, kalian gimana sehat kan" tanyaku
" Alhamdulillah kita juga sehat " ucap Bella
" oh iya maaf ya kita gak sempet nengok bapak kamu" lirih key
" gak apa-apa kok, kan kalian udah do'ain jadi Alhamdulillah bapak udah sehat" ucap ku
" Alhamdulillah deh kalou gitu" ucap Bella
" seharusnya aku yang minta maaf karena aku kalian jadi tambah kerjaannya karena ngerjain pekerjaan aku" lirihku
" udah kaya kesiapa aja deh " ucap key
" terima kasih yak kalian baik banget" ucapku dengan merangkul bahu kedua sahabat ku.
" yak udah, yuk kerja " ucap key
****
Tiba di lobi kantor sepertinya aku melihat seseorang yang tidak asing, aku sedikit celingukan
" Dia neng kan, anaknya bapak" bathinku
" maaf pak ad apa??" ucap Han padaku
" Han kamu tau cewek itu siapa?? apa dia bekerja di kantor ini??" tanya ku pada Han
" Tidak pak, memangnya kenapa pak? apa dia membuat masalah?" jawab Han
" ehm,,,, tidak. tapi bisakah kamu mencari tahu tentang dia??, aku mau sebelum makan siang berkasnya sudah ada di mejaku" ucapku tegas pada Han
" baik pak" jawabnya
Han dia asisten pribadi ku sekaligus teman baik ku, dia orang yang sangat bisa di andalkan dalam segala hal,, baik urusan kantor maupun urusan pribadi ku.
tok,, tok,, tok
"masuk"
" maaf pak saya membawakan berkas yang bapak minta tentang perempuan tadi " ucap Han
" simpan di situ, nanti saya baca" saya bicara tanpa menoleh kepada Han , mataku tengah asyik dengan file-file kontak kerja sama ku dengan perusahaan-perusahaan lain .
" Baik pak, ada lagi yang bisa saya bantu " tanya Han
" tidak kamu boleh keluar" ucapku
" baik pak permisi"
Sebenarnya aku penasaran dengan CV nya neng,, aneh kenapa aku bisa penasaran yak, mungkin karena dia anaknya bapak kali yak .
" Nama: Karina Larasati Rohana, ohh jadi namanya Karina , dan dia juga bekerja di sini melalui test. lumayan pinter juga yak .
tok,, tok,,,tok,,
"masuk"
ceklek pintu terbuka,
" ada apa" tanyaku
" lu gak laper, udah waktunya makan siang nih , jangan sampai bunda neror gue nanyain Lo dah makan apa belom" ucap Han
" iya bentar lagi nanggung" jawabku
" udah ayok makan dulu, kalau waktu istirahat Lo bukan atasan gue, tapi temen gue, jadi sebagai teman yang baik, gue mau ngajakin Lo makan" ucap Han
" iya, ayok temen gue yang paling baik" kekeh ku
keluar dari lift aku melihat neng berjalan dengan teman-temannya
"Gi, itu bukannya cewek yang Lo tanyain tadi pagi yak, ciee jangan-jangan udah move on nih dari Aleta " ucap Han setengah meledek ku
"apaan sih Lo, dia itu anak dari bapak" jawab ku
" serius, bapak Rohana??" tanya Han padaku
" iya"
" kok, Lo tau"
" kemarin gue dari rumah bapak nengokin bapak, yak g sengaja ketemu dia"
" tapi ngomong-ngomong dia cantik loh gi, g kalah sama Aleta, bedanya cuma dari pakaian aja Aleta selalu glamour sedangkan tu cewek kelihatan sederhana" ucap Han
" udah, ini jadi makan ga??" ucap ku
" hehe, jadi dong yuuk, ehh bentar emangnya tu cewek g tau kalau lu CEO di perusahaan dia kerja "
aku hanya mengangkat bahu ku
kami pun pergi kesebuah resto dekat kantor untuk makan siang.