Masih POV nya Egi Pratama yak
Selesai meeting aku pun bergegas untuk menjenguk bapak, tiba-tiba hp ku berbunyi ternyata bunda yang menelpon
" hallo, assalamualaikum bunda" ucapku pada bunda
" mas, masih di kantor??" tanya bunda
" ini baru selesai Bun, baru mau berangkat jenguk bapak" jawabku
"ohh ya sudah, tapi bapak sudah pulang ke rumahnya, nanti bunda share loc yak , mas langsung ke rumah bapak aja"
"siapp bunda" dengan tanganku berada di atas kepala
Aku bergegas menuju mobil untuk kerumah bapak , sampailah aku di alamat yang bunda kirim, akupun turun dari mobil ku lihat rumah yang sederhana dan asri.
tok,,,tok,,,tok,,,
"assalamualaikum" aku menunggu orang untuk membukakan pintu untuk ku
"wa'alaikumsalam"
terdengar suara dari dalam rumah
ceklek pintu terbuka, entah apa yang perempuan ini pikirkan bukannya mempersilahkan masuk malah bengong.
"hallo" akupun melambaikan tangan di depan wajahnya.
" ehmm, maaf mau cari siapa yak?" tanyanya
"ini benar rumahnya bapak Rohana?" akupun balik nanya
"iya benar, kamu temennya bapak, tapi sepertinya tidak mungkin"tanyanya heran
"udah sampai" terdengar suara bunda dari arah belakang
"assalamualaikum bunda" aku mencium punggung tangan bunda dengan takdzim
"wa'alaikumsalam mas, oh iya neng ini anaknya tante" bunda memperkenalkan kami
"ohh" jawab nya
" kenalin mas, ini neng anaknya bapak" kami pun hanya berjabat tangan dan saling mengangguk
rasanya aneh, dia tidak seperti perempuan di luar sana banyak yang mau berkenalan dengan ku bahksn tak jarang mereka suka SKSD, tapi sudahlah bukan urusan ku juga
" ehh,, maaf silahkan masuk" ucap nya
kami pun masuk ke dalam rumah.kulihat bapak dan ayah sedang mengobrol
" assalamualaikum pak" akupun mencium punggung tangan bapak dengan takdzim
" wa'alaikumsalam mas" jawab bapak
" maaf pak, Egi baru jenguk sekarang lagi banyak kerjaan di kantor" ucapku
" gak apa-apa mas, udah mau meluangkan waktu buat jenguk bapak juga Alhamdulillah" kekeh bapak
akupun hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuk yang tak gatal
" ini sudah masuk waktu Dzuhur, kita shalat berjamaah dulu saja setelah itu kita makan, mas kamu yang jadi imamnya yak" ucap bapak
"iyak pak " jawabku
kamipun siap-siap untuk shalat berjamaah.
*******
Selesai shalat berjamaah kamipun makan siang bersama,
"neng" ucap bunda
"iya Tante" jawab ku
"kamu udah kerja kan, gimana kerjaan kamu??" tanya bunda
"Alhamdulillah udah kerja, kerjaan aku lancar aku punya tim yang solid, mereka baik banget, tapi sepertinya aku mau mengundurkan diri Tante??" jawabku Sabil menundukkan kepalaku.
"ku naon neng(kenapa neng)" tanya bapak.
semuanya saling pandang dan menatap ku.
" neng mau ngurus bapak aja, neng takut bapak kenapa-kenapa lagi kalau neng kerja siapa yang jagaain bapak" lirihku
"neng kupingkeun bapak, neng bapak sehat, bapak tiasa jaga diri, neng oge kan ti dulu Hoyong kerja, maenya ayeuna Tos kerja Bade kaluar! ( neng dengerin bapak, neng bapak sehat, bapak bisa jaga diri, neng kan dari dulu pengen kerja, masa sekarang udah kerja mau keluar!" ucap bapak tegas
akupun menunduk sambil mengusap buliran air mata di ujung mataku
" udah pak, nanti di bicarain lagi ya" ucap teh Lita
" maaf yak neng, Tante tidak.."
" g apa-apa kok Tante" lirihku
"aku yang minta maaf karena membuat suasana makan siangnya tidak enak" ucapku
******
POV Egi
aku tidak menyangka, masih ada anak perempuan yang sangat menyayangi bapaknya, bahkan dia rela meninggalkan pekerjaan yang selama ini dia idamkan demi mengurus ayahnya
aku terus memperhatikan neng, aku yakin dia dilema dengan keputusannya, selama makan dia tidak banyak bicara, dia hanya menundukkan kepalanya sambil menyuap makanannya.
aku kagum dengannya, dia cuek sama orang lain, tapi dia begitu menyayangi bapak.
setelah makan dan berbincang-bincang kamipun pamit pulang,
di perjalanan bunda nanya sama aku
" mas, menurut mas neng gimana orangnya??
" gimana apanya bunda" jawabku
" kebiasaan deh mas tuh kalau ditanya soal perempuan suka gitu" ucap bunda sambil melengos dan manyun
"hahaha" aku pun tertawa melihat tingkah bunda
"malah di ketawain sih mas, bunda nanyanya serius" kesal bunda
"iya,,,iya bunda maaf, iya menurut mas neng cantik, baik dan yang pasti dia penyayang"
" mas suka gak sama neng" tanya bunda
" ehmm, lumayan " jawabku
" kok lumayan mas"
" bunda, nanyanya suka dalam artian apa dulu, soalnya bunda suka menyimpulkan sendiri"
" iya suka, suka sebagai laki-laki terhadap perempuan"
" enggak , dia bukan type ku bunda" jawabku
" memangnya type mas yang seperti apa??type yang suka ninggalin orang yang lagi sayang-sayangnya, tanpa kabar berita gitu, kaya mantan mas itu" ucap bunda dengan sedikit kesal
aku hanya terdiam tidak ingin menimpali ucapan bunda, karena pastinya akan melebar kemana-mana.