Bab 7

744 Kata
POV Karina " assalamualaikum " ceklek,, "wa'alaikumsalam" jawabku siapa,, sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana yak. "hallo"tangannya melaibai di depan wajahku " maaf mau cari siapa yak" tanyaku " apa benar ini rumahnya pak Rohana?" jawabnya " iya benar, kamu temennya bapak? tapi sepertinya tidak mungkin" ucapku "udah sampai" tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang ku "assalamualaikum bunda" dia mencium punggung tangan Tante Widya dengan takdzim "bunda, apa dia anaknya tante Widya dan om Erwin, ehmm kok beda banget yak om Erwin dan Tante Widya begitu baik, sopan, masa anaknya kaya gini dingin, jutek, ihhh" bathinku sambil menggidikan bahu ku " sudah sampai mas, oh iya neng kenalin ini anak Tante " ucap Tante Widya "ohh" "kenalin mas ini neng anaknya bapak" kamipun berjabat tangan aku sedikit heran kenapa Tante Widya menyebut bapak, kenapa tidak om " oh iya silakan masuk " ucap ku kamipun masuk ke dalam rumah "assalamualaikum pak" dia mencium punggung tangan bapak dengan takdzim Bapak, kok dia panggil bapak apa segitu akrab nya dia sama bapak, padahal rasanya baru kali ini aku melihatnya. sebenarnya hubungan seperti apa bapak dan keluarga om erwin?? ***** POV Egi Dari kemarin ayah sama bunda sudah mewanti-wanti aku untuk menjenguk bapak di rumah sakit iya bapak, teman ayah yang sudah lama ayah cari dan akhirnya bisa bertemu kembali setelah hampir 14 tahun mereka tidak bertemu. aku memanggilnya bapak bukan om ataupun paman karena kata ayah, bapak adalah orang yang sangat berjasa untuk hidupku. ***** flash back 27 tahun yang lalu bunda di saat akan melahirkan ku, pada saat itu kebetulan ayah dan bunda sedang berada di Bandung untuk urusan bisnis. pada saat itu bunda sedang mengandung dan memang sudah bulan-bulannya melahirkan tanpa di duga bunda sudah merasakan tanda-tanda melahirkan, ayah bergegas membawa bunda ke rumah sakit dengan mobilnya. sangat tidak beruntung,pada malam itu mobil ayah mogok di daerah yang sangat sepi mungkin karena ayah tidak terlalu tahu jalan di daerah Bandung karena kami memang tinggal di Surabaya Ayah sangat bingung karena memang daerah itu sangat sepi sekali ditambah sudah mau masuk larut malam di tengah kekalutan ayah, bunba meringis kesakitan karena air ketubannya pecah juga sudah begitu banyak darah yang keluar. ayah pun akhirnya menggendong bunda menuju rumah sakit, bunda sudah sangat lemah karena darah yang terus mengalir.ayah mulai putus asa melihat kondisi bunda, ayah mulai pasrah dengan ketentuan tuhan. di tengah keputusasaan ayah tiba-tiba terdengar suara deru mobil. ayah mencoba meminta tolong Alhamdulillah dia mau menolong, iya orang yang menolong ayah dan bunda adalah bapak . bapak mengantarkan ayah dan bunda ke rumah sakit terdekat bunda langsung di rujuk ke ruang ugd, karena bunda mengalami pendarahan bunda memerlukan transfusi darah. dan kebetulan stock darah untuk bunda hanya sedikit dan bunda memerlukan donor darah. Alhamdulillah ternyata golongan darah bapak sama dengan bunda,, dan akhirnya bunda dan aku selamat. flasback off **** " mas jangan lupa hari ini jenguk bapak di rumah sakit gak enak lho mas sama bapak" ucap bunda " iya bundaku yang cantik, mas usahain nengok ayah, karena hari ini mas cuma meeting pagi aja terus g ada jadwal lagi, jadi habis pulang meeting mas jenguk bapak ,ok bunda datang cantik" " awas yak mas jangan bohong" ucap bunda sedikit merajuk " iya bunda, mas pergi dulu, sampai ketemu di rumah sakit yak" ucapku sambil mencium punggung tangan bunda dan ayah. Di tengah kesibukanku, aku memang selalu menomor satukan keluarga bunda hanya punya dua anak, mbak Risa dan aku , mbak Risa sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Jakarta sedangkan aku masih singgle alias jomblo. bukan karena aku tak laku bahkan aku bisa saja hanya tinggal tunjuk mau perempuan seperti apa, tapi nyatanya hatiku seperti sudah tertutup setelah dikhianati oleh wanita yang benar-benar aku sayangi. Setelah meeting selesai aku pun berencana untuk menjenguk bapak, tiba-tiba hp ku berdering " assalamualaikum Bun, ini mas lagi di jalan mau ke rumah sakit" ucapku pada bunda "mas, bapak sudah pulang, ini bunda sama ayah lagi di rumah bapak,mas langsung ke rumah bapak aja yak. nanti bunda share loc," jawab bunda di ujung telpon sana " baik bunda, mas langsung kesana" ucap ku sambil mengakhiri panggilan. **** Aku tiba di alamat rumah yang bunda kirim, rumahnya sederhana dan asri tok,,,tok,,tok "assalamualaikum" ucapku sedikit lama aku menunggu orang yang membukakan pintu untuk ku "wa'alaikumsalam" dia termenung melihat ku,entahlah apa uang dia pikirkan tentang ku. tapi sebentar bukankah dia perempuan yang pernah menabrak ku di kantor, tapi sudahlah tidak penting juga. "hallo" aku melambaikan tanganku di depan wajahnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN