Bab 6

513 Kata
sesampainya di rumah,, bapak duduk di ruang tamu sambil melihat foto keluarga kami , aku dan teh lita menghampiri bapak. " pak istirahat yuk, kan bapak masih masa penyembuhan," ucapku " neng, seandaina lamun neng nikah kumaha??"( neng, seandainya kalau neng nikah gimana??) lirih bapak " emang bapak hoyong neng nikah,kan neng Acan gaduh calon na pak"( emang bapak mau neng nikah,kan neng belum punya calonnya pak)" ucapku "bukan belum ada calon, tapi neng susah move on" timpal teh Lita "ihh teteh Nyamber aja" " udah, bapak mau istirahat" aku memapah bapak untuk masuk ke kamar, belum sampai kekamar tiba-tiba bunyi ketukan di pintu tok..tok..tok... "assalamualaikum" suara serempak dari luar rumah. aku dan bapak menoleh "biar Lita yang buka pintunya pak" "wa'alaikumsalam, eh om, Tante , mari masuk" ucap teh Lita mempersilahkan tamu untuk masuk kerumah. aku dan bapak kembali ke ruang tamu,ternya ada om Erwin dan seorang perempuan yang bersahaja dan cantik " assalamualaikum mas" ucap om Erwin "wa'alaikumsalam,duduk win" aku memapah bapak untuk duduk di kursi. " maaf mas mengganggu, tadi kami ke rumah sakit, tapi pas ke kamar sudah kosong, kami tanya ke resepsionis katanya mas sudah pulang" ucap om erwin "iya udah g betah di rumah sakit" kekeh bapak " ohh, iya neng ini Tante Widya istrinya om Erwin" om erwin memperkenalkan istrinya aku mengulurkan tanganku pada Tante Widya, dan mencium punggung tangannya dengan takdzim. " ya Alloh kami udah gede, cantik lagi" ucap Tante Widya seraya memeluk ku "Ya Alloh kenapa pelukan tante Widya mengingatkan ku pada mamah, begitu hangat dan nyaman" " neng sehat, apa kabar sayang" ucap Tante Widya dengan nada yang sangat lembut "Alhamdulillah Tante aku sehat" jawabku ***** Aku membantu teh Lita menyiapkan makan siang untuk kami, sedangkan di ruang tamu bapak, om erwin dan Tante Widya sedang asyik mengobrol. tok..tok..tok.. "assalamualaikum" sepertinya ada tamu " neng, tolong bukain pintu yak teteh nanggung lagi goreng ikan" ucap teh Lita pada ku "ya teh" jawabku "wa'alaikumsalam" ceklek,, pintu terbuka, ada sosok laki-laki tinggi, putih,dan berkacamata hitam yang bertengger di hidungnya. aku pun mengingat-ingat rasanya pernah bertemu tapi siapa yak " hallo" tangannya melambai di depan wajahku " ehmm, maaf mau cari siapa yak" tanyaku " ini benar rumahnya bapak Rohana?" ucapnya " iya benar, kamu temennya bapak?? tapi sepertinya tidak mungkin " ucapku " udah sampai" tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang ku " assalamualaikum bunda" dia mencium punggung tangan Tante Widya dengan takdzim. " wa'alaikumsalam mas, oh iya neng ini anaknya tante" ucap Tante Widya "ohh" " kenalin mas, ini neng anaknya bapak " kamipun hanya berjabat tangan " oh iya maaf silahkan masuk " ucap ku kamipun masuk kedalam rumah, "assalamualaikum pak" dia mencium punggung tangan bapak dengan takdzim "wa'alaikumsalam" jawab bapak "maaf pak, Egi baru jenguk bapak sekarang, lagi banyak kerjaan di kantor" ucapnya "tidak apa-apa,mas udah mau meluangkan waktu jenguk bapak juga Alhamdulillah" kekeh bapak laki-laki itu pun hanya tersenyum " ini mau udah masuk dzuhur, kita shalat berjamaah dulu saja setelah itu kita makan, mas, kamu yang jadi imamnya yak" ucap bapak "iya pak" kami pun bersiap-siap untuk shalat berjamaah
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN