Seakan terkena magic hingga membuat Juna setiap hari tergila-gila terhadap sosok wanita alena, ia masih penasaran siapa sebenarnya wanita cantik yang bertemu di kolam ikan taman kampus.
Dooorrrrr
Ketika sedang asik Juna melamunkan Alena, tiba-tiba dari belakang icha mengagetkanya dan merusak lamunan ia.
“Sialan kau, ngangetin aku aja Cha,”
“Habis dari tadi aku lihat ngelamun aja, mikirin apa sih? Pengen makan bakso tapi gak ada duit ya,” canda Icha sambil tertawa.
“Apaan sih, gak lucu tau,”
“Maaf aku gak mau aja melihat kamu murung begini, gak ada gairah untuk hidup kaya ada yang hilang gitu,”
“Iya Cha, aku tungguin dia udah beberapa minggu tapi tidak pernah bertemu wanita bule cantik tuh,”
“Wanita Bule cantik! Siapa?”
“Kalo aku tau pasti gak bakalan stress seperti sekarang cha, udah kaya orang gila makan dan minum aja gak selera serasa hidup tuh hampa,”
“Keren juga tuh wanita ya, bisa buat kamu mabuk cinta kaya gini, aku aja yang udah kenal kamu lama gak pernah sedikitpun kamu peka dan peduli terhadapku,”
Sontak Juna terdiam setelah mendengarkan pernyataan Icha yang begitu terangan mengungkapkan rasanya, bukan tak menyukai Icha tapi ia masih merasa trauma dan takut setelah kejadian waktu tuh di kosnya.
“Ngomong apa sih, Cha? Bete aku lama-lama di dekat kamu, mendingan aku pergi aja,”
Juna pun pergi untuk menghindari Icha, saat ini hatinya telah tertutup tak ingin menginginkan wanita manapun kecuali wanita bule cantik nan berisi yang bernama Alena.
“Hai Jun, kamu mau kemana? Aku kok di tinggalin sih,” celoteh Icha sebel.
Icha semakin penasaran wanita mana yang membuat Juna bertekuk lutut padanya, sementara ia yang telah lama bersama Juna tak pernah sedikitpun dilirik. Alena yang melihat Icha berusaha mendekati Juna merasa marah dan cemburu, wajah cantiknya seketika berubah menjadi sosok yang menyeramkan, gigi yang memiliki Tarik dan muka yang hancur tak berbentuk.
Tiba-tiba angin berasa begitu kencang menerpa tubuh icha dan membuat bulu kuduknya meremang, air yang berada di dalam kolam ikan seketika bergejolak seperti air panas yang mendidih. Sontak Icha kaget dan melihat sekitar ternyata tak ada orang satupun, ia memutuskan untuk pergi dari kolam ikan tersebut dan berlari ke arah parkiran.
Ternyata semua yang terjadi mulai Icha mengagetkan Juna, Alena hadir di dekat kolam ikan taman dan amarah Alena karena cemburu terhadap Icha yang berusaha mendapatkan Juna. Pak Rahmat penjaga kampus dan sekaligus petugas kebersihan melihatnya, beliau melihat sosok Alena dari gedung yang tak jauh dekat taman. Alena yang mengetahui ada yang memperhatikan lalu menenggok ternyata sosok Bapak tua itu lagi, saat Pak Rahmat dan Alena memandang satu dengan yang lain seketika beliau tersenyum kepada Alena.
Alena pun menghilang pergi entah kemana, sementara Pak Rahmat masih melanjutkan pekerjaanya yang belum selesai.
********
Flash Back tentang Alena
Pak Rahmat saat berusia 15 tahun bekerja di salah satu rumah jenderal Belanda dan keluarganya, Tuan Viktor di kenal baik oleh anak buahnya dan begitu menyayangi sang istri yaitu Alena. Kehidupan keluarga mereka begitu bahagia meski belum di karuniakan anak, Viktor tak pernah permasalahkan hal itu. Ia begitu mencintai Alena dan menganggap selama belum ada anak berarti masih berbulan madu, Alena pun sangat bahagia karena begitu dimanja oleh sang suami.
Apapun yang di inginkan oleh Alena selalu dipenuhi oleh sang suami, hingga petaka itu hadir dalam dalam kehidupan rumah tangga mereka. Saat itu Viktor izin pulang malam kepada istrinya karena hari ini akan menjamu tamu agung, seorang Adipati yang merupakan rekan bisnisnya. Jamuan istimewa mulai Emas, makanan mewah, musik Gamelan dan wanita cantik telah disiapkan.
Hal itu biasa dilakukan Viktor karena merupakan menjadi budaya negaranya menjamu tamu harus seistimewa itu. Tibalah saatnya seorang sinden keluar satu persatu dan siap menjamu serta memberikan hiburan kepada para penonton. Ternyata ada salah satu sinden yang begitu cantik, padat dan berisi tubuh hingga membuat lelaki manapun melihatnya takkan bisa berkedip.
Ia adalah Hanum, berasal dari keluarga petani dan gadis desa di tempatnya tinggal, pekerjaan sinden menjadi sebuah profesi yang di ambilnya karena cara itu ia bisa meraup uang lebih banyak dan meningkatkan taraf ekonomi keluarganya. Tidak sedikit pemuda desa yang ingin sekali memacari bahkan menikahinya, namun tak ada salah satu di antara mereka Hanum terima lamarannya.
Adipati Arya begitu terpesona dengan suara dan tarian Hanum nih, ada niat dalam hatinya untuk memperistrinya. Sementara itu, Viktor pun pada pandangan pertama telah jatuh hati juga kepada Hanum dan membuat dirinya lupa bahwa telah memiliki Alena istri tercinta.
Tak terasa telah dua jam jamuan berlangsung dan acara berakhir, Adipati Arya pamit kepada Viktor untuk istirahat di kamar jamuan tamu. Viktor yang sudah tak tahan karena kecantikan dan lekuk tubuh Hanum ingin rasanya malam ini tidur bersamanya. Ketika Hanum mohon izin untuk pulang karena sudah larut malam dan takut ketinggalan rombongan Viktor menahannya.
Viktor meminta Hanum untuk tidur disini malam ini, dan ia pun mengiyakan tanpa ada prasangka yang aneh terhadap Viktor. Ketika Hanum membersihkan tubuhnya dan melepas sanggul yang melekat di tubuhnya, tiba-tiba Viktor datang dan membawakan minuman untuk Hanum.
“Maaf menganggu Nona, saya hanya ingin membawakan minuman untuk Nona,”
“Terima Kasih Tuan, silahkan masuk Tuan mohon maaf berantakan saya baru selesai bersih-bersih badan,”
“Oh ya tidak apa-apa, ternyata Nona tetap cantik ya meski tidak ada riasan lagi,”
“Ah Tuan bisa aja,” balas Hanum tersipu malu.
“Benar, apa yang saya katakana benar Nona tetap cantik, saat saya melihat Nona telah jatuh hati dan mencintai Nona,” rayu Viktor sambil berdiri dan membelai rambut juga pipi Hanum.
Hanum hanya tersipu malu dan meronah pipinya akibat rayuan dari Viktor, sementara itu perlahan tangan viktor mulai memegang wajah Hanum dan berusaha mencium lembut gadis desa itu. Hanum yang mulai terlena oleh bujuk rayuan Viktor tak bisa berbuat apa-apa lagi ketika bibir ranumnya itu di lumat dengan lembut oleh Viktor. Ternyata begitu pandai Viktor memainkan perasaaan dan menyentuh hati wanita.
Hingga tak menunggu lama gelora birahi mereka berdua keluar saling penganggutan bibir dan melepas pakaian satu persatu sampai tak tersisa sehelai pakaian pada tubuh mereka. Malam itu mereka nikmati gejolak nafsu sampai dua ronde dan membuat Hanum lemas tak berdaya dan merasakan puas.