Tak pernah disangka sebelumnya bahwa dia akan menjadi sebuah senjata bagi Wardana. Kepala terasa pusing dan mau muntah saja. Belum lagi benturan yang harus dirasakan. Memar dirasakan diseluruh area tubuh. Ketika telah puas maka dia dilemparkan begitu saja hingga menatap sebuah tembok. Jangankan untuk menutupi area terlarang yang terbuka lebar, menahan kesadaran saja tak bisa. Perempuan tersebut pingsan dan tak sadarkan diri. Bekas cakar harimau masih tersemat di kaki. Meski berkali-kali mengalami pemukulan benda tumpul, tapi tak membuat Wardana menghentikan semua perlawanan. Dua orang lelaki menyerang dari arah depan. Tendangan yang dia lakukan menghempaskan seorang siswa. Namun pukulan kembali diterima. Bukan lagi benda tumpuk yang terbuat dari kayu, tapi pipa besi. Sedikit rasa pusing

