Pasar seperti umum jika dilihat dari luar. Namun di sisi lain terdapat sebuah rahasia yang jarang orang bisa mengetahui hal tersebut. Di bawah pasar terdapat sebuah terowongan. Pintu akses menuju ke sana sangat jarang diketahui. Belakang pasar memang jarang yang memperhatikan. Di sana terdapat pintu masuk yang disamarkan Agnasa. Sepeda motor yang dinaiki diparkirkan di tepi tebing. Si istri digendong di punggung. Jalan menurun sejauh sepuluh meter ditempuh. Telapak tangan ditempelkan pada sebuah besi. Batu sebagai samaran pintu terbuka lebar. Dia membawa masuk si istri. Kotor dan sedikit kurang terawat suasana di dalam terowongan tersebut. Meski luas hanya sedikit perabot yang ada. Api digunakan sebagai sumber cahaya sementara. Sebuah kamar menjadi tempat tujuan. Di sana si istri digeleta

