Tebing batu merupakan sebuah area yang paling malas dikuasai oleh seseorang. Tempat itu merupakan salah saru warisan dari kakek Kazaro yang tidak ada yang mau di sana. Kawasan yang lumayan luas tapi tak bisa ditanami tumbuhan apa pun. Tempat tersebut menjadi pekerjaan cadangan bagi Kazaro jika kebun yang ada yang perlu dikerjakan. Lahan tersebut sudah secara resmi menjadi milik ayah Kazaro. Tak ada kerabat atau orang lain yang mengusik. Batu di sana dimanfaatkan Kazaro sebagai penghasilan tambahan. Puing batu yang pecah karena terkena hantaman palu besar dikumpulkan. Batu dipecah lagi menjadi ukuran kecil sesuai dengan apa yang dikehendaki. Beberapa tumpuk batu telah terkumpul dan siap untuk ditukarkan menjadi lembaran uang. Hari itu sudah waktunya Kazaro untuk bekerja. Hanya saja seoran

