"Mas sudah dipecat dari pekerjaannya. Jadi Mas tidak bisa lagi membantu menikahkan orang lagi. Selain itu Mas ditangkap," kata Rana dengan penuh kecemasan. "Sayang, kau jaga rumah. Aku pastikan keponakanku bisa melihat ayahnya." Ice Able menepuk pundak Rana dan mengelus perut yang sudah membesar. Ice Able berjalan menuju ke ruang tamu. Ditemuilah seorang perempuan yang sedang menunggu tamu datang. "Bu, Guna sedang ditawan oleh atasannya. Jadi aku berencana untuk menikah di sana sekaligus menyelamatkan Guna. Ayo kita berangkat," ajaknya. "Ice, Ibu akan merepotkanmu. Jika kau ingin ke sana Ibu hanya bisa mendoakanmu," tolak yang ibu. "Tapi aku butuh restu orang tua," alasan Ice Able. Secarik kertas diambil. Pena yang ada di dekat sana digunakan untuk menulis sesuatu. Huruf demi huruf te

