Seorang perempuan dengan tombak es berwarna merah darah sedang memainkan senjata yang digunakan. Dengan berani dia mengancam beberapa lelaki di depan mata sekaligus. "Kau pilih menyerah atau kehilangan nyawa," katanya. Dilihat beberapa orang telah mati karena pertarungan tersebut. Rasa amarah semakin menggebu di dalam hati. Tak peduli apa yang terjadi selanjutnya, dia melompat dan langsung menyerang. Sayang, tombak terlebih dahulu menembus perut. Darah yang mengalir membuat tombak semakin besar. Orang itu pun terjatuh di tanah. Tubuh Ice memang tak seberapa. Tapi dia bisa dengan mudah mencabut tombak sambil memutarkan ke udara. Serangan demi serangan mampu diatasi. Semakin lama tombak semakin kecil. Tubuh yang tergeletak diambil darahnya hingga membuat tombak tetap dalam keadaan panjang

