"Bagaimana keadaan Wardana?" tanya Kazaro. "Sekarang sudah siuman. Ngomong-ngomong, dia suka masakanku," tunjuk Kimina ke arah dalam kamar. Seorang yang diidolakan telah pulang. Sesegera mungkin Wardana makan. Kecepatan penuh diperlihatkan. Makanan di atas ranjang telah habis, bergegeas dia pindah dari ranjang tersebut. Namun kaki yang masih terasa sakit membuatnya jatuh tersungkur ke lantai. Wajah makanan ikut jatuh berhamburan, "Grombyang, pyar!" Gelas kaca yang berisi air pecah tak karuan. Ratusan pecahan kaca tajam bertebaran di lantai. Air yang seharusnya untuk diminum malah membasahi lantai kamar tersebut. Suara orang terjatuh membuat Kazaro dan Kimina segera kembali ke dalam kamar. Pecahan beling tajam siap melukai siapa saja yang lewat. Sebuah kain dipakai untuk mengelap air ser

