Lampu kamar kian meredup. Hingga akhirnya lampu mati total. Ketiadaan cahaya bukan halangan bagi Catherine. Lensa mata yang memipih mampu menyerap cahaya lebih baik hingga dia bisa melihat seperti biasa. Tempat yang asing membuat dia waspada penuh. Dengan mengendap-endap berjalan menuju ke sebuah pintu. Sedikit pintu didorong hingga sedikit bagian luar terlihat. Cahaya terang tak silau bagi dirinya. Telinga yang sedikt sensitif mampu mendeteksi bunyi jalan yang melangkah. Pintu tembali ditutup sambil berjalan mundur ke belakang. Rasa waspada semakin kuat di hati Catherine. Mata dan telinga terus mengawasi setiap keadaan. Dua orang penjaga sedang lewat di tempat itu. Senapan angin dibawa. Di dalam kegelapan Catherine mendengar percakapan yang mereka lakukan. "Bro, kapan perempuan itu dib

