Aspal masih basah terkena air hujan. Daya cengkram yang dimiliki masih belum begitu kuat. Namun bukan halangan bagi Kazaro dan Kimina. Mereka tetap melakukan perjalanan yang diinginkan. Kala itu kendaraan sedikit sepi. Karena itulah Kazaro berani melaju kendaraan agak tinggi. Hembusan perlawanan angin agak dingin sedikit dirasakan Kimina. Bulu di tangan agak sedikit merinding. Kulit sudah mulai mengerut. Kulit di kaki juga merasakan hal yang sama. Pegangan pada tubuh sang kakak malah semakin kencang. Tempat yang dituju Kazaro tak seperti biasa. Sebuah komplek perumahan elit dilewati. Salah satu rumah berukuran besar menjadi destinasi. Hanya dengan sebuah isyarat pintu gerbang terbuka lebar. Dengan sangat mudah dia bisa melalui gedung tersebut tanpa ada sedikit pun gangguan. Rumah mewah b

