"Wah, enak sekali. Jika boleh aku tahu siapa koki yang bisa memasak seperti ini," kata Kimina. Makanan masih berada di dalam mulut terus diisi hingga penuh. "Ibu sendiri," kata sang ibu. Mata semakin gelap. Minuman yang berada di depan mata menjadi sasaran berikutnya. Sendok demi sendok masuk ke dalam mulut. Walaupun angin dingin bertiup menyentuh kulit tanpa lapisan kain, tapi tak dipedulikan sama sekali dengan Kimina. Pikiran masih terfokus pada makanan tersebut. "Oh, jadi ini kelemahan utama Kimina. Tak apa-apa, lagipula tak sembarangan orang bisa masak seperti ini. Jadi aku bisa memanfaatkan agar bisa menjadi pendamping anakku. Sifatnya yang tak peduli uang aku suka," batin ibu tersebut. Senyum manis dipasang dengan harapan agar bisa memiliki gadis tersebut. *** Gerakan latihan da

