Hari pertandingan babak kedua telah dimulai. Para peserta yang telah lolos dari seleksi berkumpul di sebuah arena yang biasanya digunakan untuk permainan air softgun. Bukan senjata angin yang mereka bawa tapi sebuah tongkat yang memiliki banyak sensor. Peralatan di tubuh yang mereka gunakan pun sama. Lampu terdapat beberapa lampu indikator di lengan sebagai menanda nyawa. Kali ini Dasa sendiri yang memimpin pertandingan. "Para peserta, di negara kita sangat ketat untuk bisa menggunakan senjata api. Tapi tidak dengan senjata tajam seperti pedang dan golok. Karena itu kalian gunakan tongkat itu seolah-olah seperti pedang. Aturannya sangat gampang, pukul teman kalian sampai lampu indikator mati semua dan menyala lampu berwarna merah. Yang sudah berwarna merah dinyatakan gugur. Jika dia nekad

