Perempuan muda ikut serta dalam perekrutan anggota tim pemberi rasa aman. Di depan mata dia melihat seorang yang memiliki empat tangan. Tak hanya sendirian, banyak orang lain yang ikut membantu. Taktik kuno mengepung dari segala arah dilakukan. Tongkat telah siap di tangan. Sekali perintah mereka langsung menyerbu. Berbagai teknik dikerahkan tapi tak mampu menyentuh kulit si tangan empat. Kecepatan serang serta kekuatan fisik membuat si tangan empat bisa mengatasi para mengeroyok satu per satu. Lamban laun lampu indikator mati sedikit demi sedikit sampai akhirnya berubah menjadi merah. Semakin lama jumlah semakin berkurang. Beberapa dari mereka ada yang memilih untuk berlari. Hanya tinggal seorang perempuan yang tetap di sana. Tiada rasa gentar. Serangan tetap dia lakukan walau tahu sudah

