Babak Terakhir

990 Kata

"Karena aku sayang padamu. Jika kau mau kita bisa menikah," kata Dasa dengan polosnya. Tersipu malu Dea dibuatnya. Hampir saja dia salah memasukkan sayuran. Tak sanggup lagi kata apa yang terucap. Dea hanya diam terpaku. Jantung berdekat tak karuan, wajah berubah sedikit memerah. "Pak, apakah Anda serius?" tanya Dea. "Tentu saja iya, aku sedang jika mendapatkan istri yang bisa masak." Dasa terus membersihkan ikan pada sebuah saluran air yang mengalir. Deg, seolah jantung Dea berhenti berdetak. Dia tak bisa berkata apapun. Baru kali ini ada orang yang tulus mengatakan hal seperti ini. Apalagi yang di depan mata seorang pengusaha yang sukses bahkan sponsor utama. Wajah ditutup agar raut muka mau tapi malu tak terlihat lagi. Sebuah serbet digunakan untuk menjadi sebuah masker. *** Di rua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN