Di sebuah ruangan duduk empat orang pria dan empat orang perempuan. Rentang usia mereka masih relatif. Meja dihadapan terdapat beberapa kertas dan foto. Beberapa alat tulis telah tersedia di sana. "Seva, apakah kau sudah ada sebuah rencana?" tanya seorang berkaki satu, Avis. "Sudah, aku punya seorang yang mau kuperkenalkan. Silahkan berdiri," kata Seva. "Baiklah, namaku Zanita. Aku sudah tahu rumah dan keberadaan orang yang kau cari. Aku akan membawakan ke hadapan kalian," kata seorang perempuan yang baru berdiri dari tempat duduk. "Bagus, bawakan nanti di saat yang tepat," kata Avis. "Ini semua akan aku atur sendiri. Chicha, Zaku dan Serania, tugas kalian untuk menghabisi Kazaro. Biar aku yang menangkap Kimina sendirian," kata ayahnya Seva. "Pak, Anda tak perlu mengotori tangan. Bia

