Dalam keadaan lapar Kimina bangkit dari tempat tidur. Dia pun berjalan dengan hati-hati. Dengan sangat perlahan dari digerakkan hingga bisa membawa dia menuju ke sebuah pintu. Tempat itu ingin diraih. Tapi sebelum itu terjadi pintu terlebih dahulu terbuka. Muncul dikembar dengan membawa makanan. Pakaian yang mereka kenakan sama modelnya dengan yang dia kenakan. Hanya saja motif serta warna berbeda. Rasa trauma karena berkali-kali diculik membuat Kimina memilih untuk mundur dan menjauhi perempuan itu. Sedikit kurang beruntung yang dialami Kimina. Ruangan tersebut tak ada jalan keluar kecuali yang dilewati perempuan kembar. Dia pun menjadi panik dan meraba tembok dengan harapan ada sebuah ruang atau tombol rahasia yang bisa digunakan. "Dik, kau tak perlu panik. Kami ini bukan penjahat. Kami

