"Percuma saja kau tanyakan itu. Aku tak yakin Kimina tahu tempat sekitar sini. Kimina belum genap sepuluh kali ke sini. Bisa pulang saja sudah merupakan sebuah keuntungan," kata Kazaro. "Benar juga, Kak. Menyesal aku ajak ke sini," keluh Wardana. Minuman hangat di gelas Kazaro telah habis. Dia berbalik badan melangkah ke dapur. Gelas tersebut di taruh ke tempat pencucian piring. Wardana yang kesepian mengikuti sang mentor. *** Kabur dari pondok hanya dengan membawa pakaian dan makanan merupakan sebuah tindakkan yang disesali Kimina. Huajn di hari itu memaksa dirinya berteduh pada pinggir rumah warga. Pengusiran kerap dirasakan. Tas tempat untuk menaruh pakaian sedikit basah. Hanya sebuah kantong plastik bekas yang digunakan untuk menahan dari percikan air. Malam itu hujan reda. Aktifi

