Menjadi sandera dan dibuka paksa pakaian yang dikenakan menjadi kenangan buruk tersendiri. Apalagi Kimina masih ingat saat rambut panjang dipotong tak karuan. Karena itulah dia kerap bangun di malam hari. Tidur yang dilakukan terasa tak nyaman sama sekali. Selimut yang menutupi dirinya dengan ibunya Wardana dibuka. Rasa lega di dalam hati ketika melihat baju yang dikenakan masih utuh. Malam itu dia memutuskan untuk tidak tidur. Sebuah renungan dia lakukan. Jendela kamar menjadi tempat duduk sambil memandangi langit yang telah bertaburan jutaan bintang. Telah lama waktu yang dihabiskan dalam kesendirian. Dia pun bergegas berdiri. Beberapa pakaian diambil. Sebuah tas digunakan untuk mengangkut kain tersebut. Secarik kertas diambil. Tinta dari sebuah pena tertoreh menurut gerak tangan yang

