Pasar Malam

1042 Kata

"Pasar malam. Di sana banyak destinasi kuliner yang nikmat. Pasti Kimina suka itu," jawab Wardana sambil berjalan menuju ke pintu pondok. Benda penghubung dua ruangan tersebut dibuka agar dia bisa masuk ke dalamnya. "Kalau begitu aku juga ikut. Sudah lama aku tak pergi ke pasar malam," kata Kazaro. Dia pun ikut masuk ke dalam pondok. "Boleh saja. Tapi izinkan aku jalan bersama dengan Kimina, malam ini dan seterusnya," kata Wardana. "Itu tergantung Kimina saja, mau atau tidak." *** Malam keberuntungan untuk rombongan Ragatas. Kala itu hujan telah reda. Cahaya bintang tak terlihat karena masih tertutup awan. Namun itu bukan masalah bagi mereka. Sebuah tempat keramaian bermandikan cahaya lampu mereka kunjungi. Dengan pakaian yang cukup tebal mereka kenakan untuk menahan hawa dingin. Ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN