Bersama Keluarga Kaya Raya

1029 Kata

Gerak ancang-ancang Agnasa, gaya lontar, tenaga yang dimiliki serta berat jenis dan volume batu membuat kecepatan yang tinggi. Satu per satu batu melayang dan meluncur menuju ke arah si kembar, Abrasa dan Adrisa. Batu menghantam begitu keras. Kain hitam menutup kulit terkoyak karena hal tersebut. Kulit batu akhirnya bisa retak dan mengeluarkan darah. Rasa sakit yang punggung mereka rasaka. "Argh!" teriak kedua orang tersebut. Luka di punggung mereka pegang. Arah pandangan Abrasa dan Adrisa beralih ke Agnasa. Arah gerak badan dan kaki berbalik menuju ke pelempar batu. "Bagaimana kau bisa melakukan ini semua? Padahal kami ini berkulit batu," tanya Adrisa. "Secara batu lawan batu panas maka akan menang batu panas. Apalagi kau ini berada di dalam air," jawab Agnasa asal-asalan. Genggaman ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN