Selesai sudah Mika dirias. Ia pun keluar dengan sedikit melompat-lompat hingga kain yang digunakan tertarik ke atas. Hampir seluruh bagian kaki terbuka. Ruangan tamu menjadi tempat tujuan. Ditemui sang kakak telah selesai yang sedang memegang ponsel. "Mik, ini punyamu. Nomor sudah terdaftar, tinggal pakai saja," kata sang kakak. "Terima kasih, Kak. Kakak suka tidak dengan pakaianku ini?" tanya Mika sambil menggerak-gerakkan kain yang dikenakan. "Aduh, kadang aku berpikir mengapa Agnsa yang jahat bisa mendapatkan perempuan yang sopan. Semua saudariku selalu saja terbuka," keluh Kazaro saat melihat kain pembungkus kulit sang adik. "Kazaro, terima saja kenyataan. Memang adikmu seperti itu. Kau dianggap tak berbahaya makanya adikmu bebas memakai apa saja," alasan sang ibu untuk mendukung

