Segala bujuk rayu yang digunakan Agnasa tak bisa menghentikan tindakan yang dilakukan Kazaro. Dia pun harus kembali menerima serangan jurus telapak tangan. Belum lagi beberapa benda melayang membuat tubuhnya terluka. Seolah-olah Kazaro ingin membumi hanguskan si pemilik simbol api tersebut. Untung saja yang istri datang untuk menolong. Tembakan es yang keluar dari mulut Ice Able dipadukan dengan boala api yang dia miliki membentuk sebuah asap cukup tebal. Namun cara itu tidak efektif sama sekali. Kazaro masih bisa keluar bahkan menyerang. "Baguslah kalian semua ada di sini. Kau ingin mengalahkan aku, inilah saat yang tepat," kata Kazaro dengan napas sedikit ngos-ngosan. "Seumur hidup aku belum pernah mengeroyok orang. Mas, ayo kita akhiri ini selamanya. Tujuan kita akan tercapai hari ini

