"Kau masih belum siap untuk bertarung. Kemampuan simbolmu memang bagus, tapi tidak dengan cara bertarungmu. Jaga Ibu dengan baik atau kau tak memiliki ibu lagi," kata Kazaro. "Mik, ayo kita pergi dari sini," ajak sang ibu. Perintah dari kedua orang yang telah merawat dituruti. Mika ikut ibu pergi meninggalkan pasar. Kini hanya ada Kazaro sendiri yang berhadapan dengan para preman. Simbol ditangan dinyalakan sebagai bentuk kewaspadaan. Bangkitlah Dae sambil mengambil kembali kedua pedang yang terjatuh. Dengan kasar bicara pada sang pemilik simbol peledak, "Kau! Kenapa bisa begini! Dasar anak durhaka!" "Iya, mentang-mentang masih ada ibu kau tak sayang," imbuh Jeron. Keempat jari tangan kanan digenggam dan hanya menyisakan satu satu telunjuk yang digerakkan. "Oh, kalian salah pengertia

