Kabut asap cukup tebal penghalangi pandangan mata. namun hal itu bukan masalah buat Alice. Tanpa melihat sama sekali dia terus saja menyerang. Sayap berlapiskan pisau diputarkan ke arah yang disukai. Apalagi tiada teman di sana. Dia bisa bebas menyerang ke mana saja. Terkadang terdengar dentingan pertemuan antar dua besi, terkadang juga irisan daging dirasakan. Angin bergerak sepoi-sepoi. Asap yang menutupi tempat pertarungan sedikit demi sedikit hilang tersingkirkan oleh udara jernih tanpa warna. Satu per satu orang yang bertarung terlihat. Hampir semua orang di sana tergeletak dengan luka yang cukup parah. Hanya tertinggal dua orang yang masih berdiri. Merekalah Alice dan Nava. Keadaan tubuh Alice dan Nava jauh berbeda. Bercak darah menghiasi hampir di seluruh tubuh dan pakaian gadis b

