Teriakan Caturaka si tangan empat dari atas atap didengar hingga jarak ratusan meter. "Oh, kau masih bisa bangun. Aku kira kau sudah tobat," sindir Wardana. "Kau kira dengan begini bisa mengalahkan Caturaka. Jangan bermimpi," kata si tangan empat. Seorang preman yang tergeletak di lantai ambil Wardana . Pukulan dilakukan pada beberapa preman yang datang untuk menyerang. Setelah beberapa saat putaran dia lakukan. Saat momentum yang tepat preman itu dilempatkan mengarah pada Caturaka. Tentu saja yang menjadi sasaran menghindar. "Bagaimana dengan ini?" tanyanya. "Dasar kau ini!" teriak Caturaka. Genteng yang ada di sana digunakan sebagai sebuah senjata jarak jauh. Satu per satu benda keras tersebut terbang menuju ke si macan. Lari menghindar salah satu yang dilakukan Wardana, tapi bukan

