Kedatangan Mentor

1040 Kata

Puas sudah rasa hati dari para preman. Mereka bisa menghajar Wardana sepuas hati tanpa perlawanan sama sekali. Simbol di dahi telah padam, Wardana kembali menjadi manusia biasa. Tubuhnya di pegang beberapa orang hingga dia tak bisa bergerak. Dalam keadaan tengkurap di tanah, punggungnya diinjak Caturaka. Rambut tipis ditarik sehingga dia bisa melihat Kimina yang sedang menangis. "Harimau, malam ini adalah malam terakhir bagimu. Sayang, ini yang harus kau terima agar tak ada yang berani lagi melawanku. Tapi, sebelum nyawamu hilang aku akan memperlihatkan sesuatu. Nikmati memandang tubuh pacarmu untuk yang terakhir kali," kata Caturaka. Sebuah pedang dimasukkan ke dalam baju yang dikenakan Kimina. Rasa dingin dari besi dirasaka sambil meneteskan air mata. Dengan sebuah tarikan baju tersebu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN