Bab 25. Maaf

1015 Kata

"Maaf," lemah Damar dengan kepala menunduk. Tubuh Gwen gemetar, tangannya mengepal. Matanya menatap tajam wajah Damar, ia benar-benar kecewa kepada putra sambungnya itu. Gwen menarik napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan, telapak tangannya tiba-tiba melayang ke udara lalu mendarat di wajah Damar keras dan bertenaga. "Maaf? Maaf kau bilang?" bentak Gwen dengen emosi. "Kenapa kau minta maaf sama Bunda, hah? Seharusnya kau minta maaf sama cewek yang kamu hamili!" Damar memejamkan mata, rasa panas bercampur perih seketika menjalar terasa membakar permukaan wajahnya. Anehnya, ia tidak mengutuk perbuatan ibu sambungnya itu karena ia memang salah di sini. Ia memang pantas mendapat kemarahan dari orang tuanya. "Saya janji akan tanggung jawab, Bunda. Saya akan nikahi mantan pacar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN