"Maaf, Kak. Aku udah gak tahan banget," rengek Citra dengan manja dan perasaan malu. "Maksud kamu, aku harus nganterin kamu pipis, begitu?" tanya Damar dengan mata membulat. "Nggak, siapa bilang aku mau minta anter sama Kakak? Orang aku mau minta tolong kakak panggilin Perawat," jawab Citra dengan sinis. "Emangnya aku cewek apakah?" Damar tersenyum lebar. "Astaga! Cewek apaan kali. Ya elah gimana sih?" Citra tertawa nyaring. "Hahaha! Kakak pinter juga ternyata," ucapnya dengan senang. "Ya udah, buruan panggilin Perawat. Emangnya kakak mau aku pipis di sini?" "Iya-iya, tunggu bentar," jawab Damar seraya mengacak rambut Citra dengan gemas, sebelum akhirnya berbalik dan melangkah menuju pintu untuk memanggil perawat. Damar merasa ada yang aneh dengan perasaanya. Ia benar-benar merasa me

