01. Pulang
Kau milikku, hanya milikku
-Mr. Mafia-
???
Di Argentina, disebuah ruangan besar dan gelap, terdapat seorang laki-laki tengah memainkan jarinya di atas meja. Sorot matanya tajam mengarah ke depan.
"f**k! Aku sangat merindukanmu" Ucapan dari mulut laki-laki itu tersirat kerinduan dan kekesalan akan sesuatu yang memisahkannya dengan 'seseorang'.
Laki-laki itu bangkit dari kursinya, dia berjalan ke jendela yang terbuka membuat ruangan itu sedikit mendapatkan penerangan dari matahari.
"Aku baru saja meninggalkan mu 1 minggu tapi itu terasa sangat lama bagi ku. Aku merindukan sifat lembut mu, senyuman manis mu, aroma tubuh mu dan dekapan hangat mu"
Sorot mata yang tadinya tajam sekarang melembut, raut wajah yang tegas menjadi lesu.
drtt... drtt...
Dia menoleh ke arah ponselnya, yang berada di atas meja tadi. Dengan lesu dia mendekati meja, dari layar ponselnya tertera nama penelfon 'My Little Wife♡'.
Mata yang tadinya meredup seketika menjadi terang, segera dia mengambil dan mengangkut telfon itu.
"Hallo" Ucapnya dengan nada bicara yang menggemaskan.
"Hi baby, kenapa kamu nelfon aku kemarin tengah malem? hm?" Tanya seseorang dari sebrang sana.
"I miss you, I want to hug you. Aku baru nyelesain misi makanya nelfon kamu tengah malem tapi gak di jawab" Jawab laki-laki itu dengan wajah yang kesal.
"Haha... aku tidur cepet kemarin, maaf aku tak menjawab telfon mu, baby boy" Tawa orang itu membuat laki-laki tersebut mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa diam saja? Kau marah dengan ku?" Tanya orang itu.
"I miss you, You know! I want to hug you, I very very miss you" Jawab laki-laki itu merengek.
"Too baby, cepat pulang. Kau tau, kemarin ada yang menggoda ku di sekolah. Dia memberi ku coklat"
"Siapa?! Kau terima coklat nya? Jangan bilang kau menerimanya dan tersenyum ke laki-laki itu?!" Tiba-tiba nada suara laki-laki itu meninggi seperti... cemburu.
"Seperti yang kau katakan" Balas orang itu dengan tawa kecil.
"Apa yang kau lakukan?!! Seharusnya kau tak menerima coklat itu!! Dan jangan tersenyum, senyuman mu yang boleh melihat hanya aku!!" Marahnya.
"Ayolah baby, aku hanya tersenyum tipis saja. Dia juga tak terlalu terpesona hanya menganga saja mulut nya"
"Ck!! Aku sudah bilang kepadamu!! Jangan tersenyum kepada laki-laki lain dan jangan menerima pemberian mereka!! Dengan tak sengaja, sikap mu membuat mereka ingin memiliki mu!!!"
"Kenapa kau marah seperti itu?"
"Karna kau milikku, hanya milikku!!! Huft... kau sudah melakukan hal yang fatal sayang, aku akan menemukan orang itu" Nada bicara laki-laki ini menjadi berat dan serak.
"Turunkanlah sifat posesif mu itu, mereka tak akan bisa memiliki ku karna aku sudah menjadi milikmu. Jangan bunuh mereka, mereka tak bersalah"
"Aku tidak peduli!"
"Ck! Baby aku mohon, baiklah aku salah aku minta maaf tapi jangan bunuh mereka"
"Mereka akan mati"
tut... tut...
Laki-laki itu mematikan telfon secara sepihak, dia mengacak rambutnya kasar.
"Baiklah sayang, kau sudah membuat mereka masuk ke jebakan ku. Kau tidak tau jika orang yang memberi mu coklat adalah musuh ku. Sebentar lagi mereka akan mati" Ucapnya dengan nada rendah.
"Mungkin jika orang itu bukan musuh ku, aku akan membiarkan saja. Tak heran jika beberapa laki-laki menyukai mu, karena sifat lembut dan hangat mu menarik mereka mendekat"
"Termasuk aku, dan aku berhasil memiliki mu. SEUTUHNYA"
‧⁺˚*・༓☾ ☽༓・*˚⁺‧
Kita pindah ke negara Indonesia. Di sebuah rumah besar dan mewah, tepat di kamar lantai 4 ada seorang perempuan yang tengah kesal.
"Ck! Dia terlalu posesif kepada ku, laki-laki itu hanya memberikan ku coklat... hanya coklat!! Tapi dia bersikap seakan-akan, mereka memberiku racun" Ucapnya kesal.
Perempuan itu turun dari kasur dan berjalan mendekat ke sebuah cermin yang tergantung di dinding.
"Lihatlah dia membuat banyak tanda, susah untuk hilang. Dan aku harus menutupinya ketika pergi, sungguh merepotkan" Keluhnya.
Di leher perempuan itu terdapat noda merah. Bukan hanya leher tapi juga di pundak, lengan atas dan punggung nya.
tok... tok...
Pintu kamarnya diketuk, dia berjalan mendekat lalu membuka pintu emas itu "Eh Bibi, kenapa ke sini? Udah malem loh" Tanyanya.
Yang dipanggil 'Bibi' itu tersenyum "Ini Non, ada kabar dari Tuan katanya dia akan menambah hari untuk tinggal di sana"
Senyum perempuan itu pun luntur mendengar kabar tersebut "Berapa hari ya? Kenapa dia tak memberitahu ku saja?" Tanyanya
"5 hari Nona, kalau soal memberitahu, Bibi gak tau juga" Jawab Bibi sambil mengedikkan bahu.
"Ya udah, makasih Bi infonya" Ucap Perempuan itu, dibalas angguk dan senyuman dari Bibi.
Dia kembali menutup pintu, wajahnya berubah menjadi masam "Ck! Kenapa tidak sekalian saja tinggal di sana, baru saja dia bilang merindukan ku tapi... dia malah menambah hari di sana"
"Walaupun aku tidak mengatakan kalau aku merindukannya, setidaknya dia tau jika aku membutuhkannya. Tinggal di rumah sebesar ini membuat ku kesepian, aku rindu dengan ocehan posesif nya, wajah datarnya, sifat manjanya, nada dinginnya. Mafia sialan!!" Cibirnya tanpa merasa takut sedikitpun, padahal di kamarnya terpasang CCTV yang siap memantaunya 24 jam.
Otomatis semua yang dia lakukan di kamar itu terlihat oleh 'Nya' tak tanggung-tanggung semua sudut rumah terdapat CCTV, guna memantau perempuan itu.
Untuk info saja, jika dia mempunyai tinggi 167 tapi akan terlihat pendek jika bersama dengan 'Nya' yang mempunyai tinggi 185.
Perempuan itu menjatuhkan diri di kasur besar dan empuk itu, matanya sudah sangat berat. Tak lama dia tertidur, capek juga mengoceh dan mencibir ketua mafia sialan itu.
༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶
Di tengah malam langit Indonesia, mendarat lah sebuah pesawat berwarna hitam dengan gambar macan di badan.
Kebetulan bandara Soekarno-hatta buka 24 jam, masih ada orang-orang yang ingin naik ataupun yang turun. Pesawat gagah nan elegan itu mendarat sempurna.
Semua orang mengalihkan atensi ke burung besi tersebut. Dengan kagum sekaligus takut, mereka melihat orang-orang berpakaian serba hitam lengkap dengan masker turun dan membuat barisan lurus.
'Waahh baru kali ini liat kelompok mafia didepan mata'
'Gue gak munafik, gue pengen punya cowok mafia anjrit!!'
'Please pengen satu, anak buahnya juga gak pa-pa kok'
'Eh gue denger, ketuanya udah punya cewek parahnya cewek itu cewek biasa, bukan orang penting juga, kek kita'
'Aaaa mengiri, pasti ceweknya cakep banget trus punya sifat yang lembut, keibuan gitu lah. Kan biasanya mafia itu butuh sifat lembut dari seorang ibu, biasanya ketua mafia itu ibunya udah... jadi mereka cari cewek yang lembut'
'Betul sih, fiks banget ceweknya itu cakep, lembut dan dijaga banget pasti'
'Emak!!! Pen mafia kek di apk oren itu loh'
'Ya Allah, tolong pertemukan lah hamba dengan seorang ketua mafia yang kejam maka hamba akan merubahnya menjadi mafia yang punya sifat lembut'
'Wahh gue harus berguru nih ama ceweknya, peletnya apaan yak?'
'Peletnya 1 kepala singa, 2 jantung manusia, 3 bola mata manusia, 6 mayat manusia. Noh... tu peletnya, ntar tinggal kasih ke dukun, habis itu gak tau soalnya gue ngarang'
Keluarlah sang ketua, laki-laki itu memakai kemeja hitam dengan lengan baju yang digulung sampai siku, 2 kancing atas terbuka, masker hitam dan seekor harimau putih di sampingnya.
Seketika aura di sana sangat mengerikan, semuanya tak berani bergerak sedikit pun.
Aura mematikan mengelilingi laki-laki itu, di tambah dengan harimau putih yang gagah dan sorot mata tajam menambah kengerian.
Tiba-tiba langkah laki-laki dan harimau itu berhenti saat seorang balita lucu berada di depan nya.
Laki-laki itu mengerutkan dahinya lalu tersenyum di dalam masker hitamnya.
Dia mendekati balita lucu itu lalu menggendong nya "Where's your mom? hm?" Tanyanya sambil mengusap lembut pipi balita itu.
Balita itu tertawa dan menepuk-nepuk tangannya. Laki-laki itu ikut tertawa kecil "So cute, I want one baby like you"
Dengan gemetar seorang wanita mendekati nya "M-maaf i-itu a-anak saya, maafkan saya jika anak saya mengganggu anda" Ucapnya penuh ketakutan.
Laki-laki itu memberikan balita itu "Bukan masalah besar, kau boleh pergi... dan jaga anak mu" Balas laki-laki tersebut dengan dinginnya.
。・:*:・゚☆。・:*:・゚☆
Baiklah, sekarang perkenalkan nama laki-laki itu adalah Clovison Maverick Derel Mallory, panggil saja Derel.
Derel merupakan salah satu dari ketua kelompok mafia yang ditakuti, kekejaman dan kebringasan nya sudah dikenal dimana-mana.
Sifat yang kejam, dingin, kaku itulah yang hanya bisa dilihat oleh orang lain. Sementara sifat lucu, manja, posesif dan cengeng hanya bisa dilihat oleh seorang perempuan yang baru saja ia nikahi 2 minggu yang lalu.
Perempuan itu bernama Wearlyn Lilyana Soya Chamberlin, panggil saja Soya.
Seorang perempuan yang memiliki sifat lembut, halus dam sabar membuat Derel jatuh hati kepadanya.
Soya hidup sebatang kara, dia bertumbuh di sebuah panti asuhan. Mereka bertemu saat Soya tak sengaja menabraknya di depan sekolah.
Sejak saat itu Derel mengeklaim Soya menjadi miliknya dan terus berusaha mencuri hati perempuan itu sampai akhirnya Soya menjadi miliknya.
Derel membuka pintu kamar, dia bisa melihat Soya tidur dengan posisi yang sungguh gak kalem. Kaki di bantal kepala di pinggir kasur.
Dia menggeleng kan kepala nya "Untung sayang" Derel langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan.
Setelahnya dia keluar tanpa menggunakan atasan, dia pun membenarkan posisi Soya agar kepala gak sakit.
Derel berbaring di samping Soya dan menarik selimut sebatas leher Soya. Derel masuk ke dekapan istrinya dan membenamkan wajahnya di d**a Soya.
"I miss you" Ucapnya dengan suara yang rendah.
Soya membuka matanya, merasa ada yang memeluk dirinya erat sangat erat "Derel? It's you?" Tanya Soya.
Derel tak menjawab, dia diam sambil menikmati kehangatan dia dekapan istrinya.
Soya membuka selimut, dia bisa melihat kepala Derel "Bukankah kau pulang 5 hari lagi? Kenapa pulang sekarang?"
"Jadi kau tak suka aku pulang sekarang?!" Tanya balik Derel kesal, namun masih membenamkan wajahnya.
Soya tertawa kecil, dia mengusap kepala Derel tapi sebentar... kenapa suhu laki-laki itu panas?
"Kok panas? kamu sakit?" Tanya Soya sambil menyentuh dahi Derel, benar suhunya tinggi.
"Nggak!"
Soya hendak melepaskan pelukan Derel namun laki-laki mengeratkan lingkaran tangannya "Lepas sebentar, aku ambilin obat" Ucapnya.
"Gak!"
"Kamu sakit Derel!"
"Biarin!"
"Trus maunya apa?"
"Peluk!"
Soya menghela nafas panjang "Tapi makan dulu, aku denger perut kamu bunyi tadi" Ucapnya, Derel menggeleng.
"De--"
"Diamlah! Aku hanya ingin memelukmu, kenapa kau banyak bicara?! Diam!" Kesal Derel.
Soya pun diam. Dia juga yang salah, seharusnya tak usah banyak bicara karena Derel pasti capek pulang dari Argentina.
"Maaf" Ucap Soya dengan nada rendah.
Derel melonggarkan pelukannya dan menghela nafas "Aku gak maksud marah, tapi aku capek. Aku hanya ingin memelukmu dan tidur" Ucapnya.
Soya mengangguk, dia membalas pelukan Derel dan mengelus-elus rambut laki-laki itu.