"Yang harusnya makan itu sebenernya aku atau kamu?" tanya Adinda dengan menahan senyum gelinya saat melihat Hafiz yang malah terlihat seperti orang kelaparan. Dengan memesan 2 mangkuk bubur ayam di awal, Hafiz bahkan sudah memesan mangkuk kedua sebelum Adinda berhasil menghabiskan mangkuk pertamanya. "Kamu makannya lama, sedangkan saya sudah kelaparan kemarin malam," ujar Hafiz tanpa menolehkan kepalanya, menatap Adinda. Adinda tersenyum sambil menyuap beberapa sendok dengan gerakan lambat ke dalam mulutnya. setelah 2 hari semalam Adinda dirawat, akhirnya pagi ini ia sudah diperbolehkan untuk pulang. Tapi saat di perjalanan, Hafiz tidak bisa menahan kelaparan perutnya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti di tepi jalan dan memesan bubur ayam. Merasa perutnya sudah tak mampu mena

