Selepas pelanggan ke sekiannya pulang, Adinda segera merapikan kembali meja agar bisa ditempati pelanggan selanjutnya. Ia harus memastikan dengan benar bahwa tak ada lagi noda yang tersisa, posisi kursi yang harus sejajar rapi, dan juga senyumnya yang tak boleh hilang ketika sedang melayani pelanggan. Ia menolehkan kepalanya saat mendengar suara langkah kaki terburu-buru dari tangga. Adinda mengerutkan keningnya tipis saat matanya justru melihat Lia sedang melangkah cepat menuruni tangga. Hingga mata Lia ikut bergeser dan menemukan Adinda, ia langsung mendekatinya. "Din!" bisik Lia dengan sedikit penekanan. "Apa?" "Di atas." "Kenapa di atas?" "Barusan gue antar pelanggan cowok naik ke atas. Orangnya ganteng deh, dan gue merasa kayak kenal dia gitu." Adinda memutar bola matanya sebal

