Beberapa hari setelah kedatangan Damian ke restoran, Adinda tak pernah lagi melihat lelaki itu. Tentu saja itu kabar baik yang perlu Adinda syukuri, karena ia dapat bekerja dengan tenang. Tak perlu merasa tertekan dengan kehadiran seseorang yang selalu membuatnya merasa awas. Lalu apa kabar dengan Alhafiz? Sejak kedatangan Hafiz di hari itu dan hari di mana ia mengetahui jika Hafiz akan dinikahkan oleh Hanum, ia juga tak pernah lagi bertemu dengan lelaki itu. Adinda juga tak pernah mencoba menghubungi Hafiz. Ia takut mengganggu walau sebenarnya sangat senang mengganggu Hafiz. "Adinda!" Mahesa sudah berdiri tak jauh darinya begitu Adinda menolehkan kepalanya. "Ya, Mas?" tanyanya tanpa melangkah mendekati Mahesa. "Apa kamu sadar berapa banyak kamu mengelap meja itu?" Gadis itu langsung

