"Mas Hafiz!" Aulia terus menggedor pintu kamar kakaknya. Tak peduli bagaimana Hafiz yang ada di kamar masih mengabaikan dirinya. "Mas Hafiz, bangun! Ayo temenin aku belanja hari ini!" "Mas Hafiz!" seru Aulia sekali lagi. "Ma―" teriakan Aulia mengambang begitu pintu kamar di depannya sontak terbuka lebar dan menampakkan seseorang yang hampir membuatnya menjebol pintu tersebut. "Ini hari minggu, bisakah kamu membiarkan Mas tidur sebentar lagi?" Aulia menyatukan alisnya tak suka. "Mas sadar ini jam berapa? Ini udah jam 9, Mas. Jam 9! udah siang!" seru Aulia gemas. "Mas tau, karena itu biarkan Mas tidur sebentar lagi." "Dari kemarin Mas selalu bergadang sampai malam dan habis subuh juga tidur lagi. Mas aneh banget!" "Ya, Mas memang aneh. Dan karena ini hari libur, jadi lebih baik kamu

