Ternyata benar, beberapa menit setelah Jessica, Mike dan Maura duduk. Hansel datang.
Jessica hanya menatap laki-laki itu. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan Hansel.
"Apa kabar, Jes?" tanya Hansel sebelum ia duduk di samping Jessica.
"Baik," jawab Jessica singkat.
"Cantik sekali kamu malam ini," ucap Hansel lagi.
"Terima kasih," ucap Jessica.
"Apa sudah siap untuk latihan selanjutnya?" tanya Hansel lagi.
"Sudah," jawab Jessica singkat.
"Jawabnya jangan singkat dan apa adanya begitu lah," timpal Mike.
"Aku masih kesal dengan dia, Pa," jawab Jessica.
"Kesal kenapa sih?" tanya Maura.
"Gara-gara Hansel lempar kacamata tadi siang?" tebak Mike.
Jessica menjawabnya dengan anggukan kepalanya.
"Gua kan sudah minta maaf," ucap Hansel pada Jessica. "Apa kurang?" tanyanya.
"Kapan Om Hansel minta maaf sama aku?" tanya Jessica seraya menatap Hansel.
"Sebelum gua pulang, gua bilang sama elo, 'kan? Apa lupa?" tanya Hansel.
Jessica mengingat kembali, ternyata benar kalau Hansel sudah meminta maaf padanya.
"Apa masih lupa?" tanya Hansel lagi.
"Sudah ingat," jawab Jessica.
"Apa masih belum memaafkan gua?" tanya Hansel sekali lagi.
"Sudah kok," jawab Jessica.
Di tengah perdebatan Jessica dan Hansel. datanglah makanan yang sudah di pesan oleh Mike sebelumnya.
Semuanya diam dan menikmati hidangan yang ada. Namun, ditengah keheningan itu, Hansel menjatuhkan sendoknya dengan tidak sengaja.
"Jangan diambil lagi, Om. Sudah kotor," ucap Jessica. Kemudian Jessica berdiri. "Tunggu, aku ambilkan yang baru," ucapnya sebelum ia pergi untuk meminta sendok baru.
Hansel tersenyum seraya menatap punggung Jessica.
Tidak lama, Jessica kembali dengan membawa sebuah sendok baru di tangannya. Kemudian ia memberikan sendok itu pada Hansel.
"Thank you, Jes," ucap Hansel sembari tersenyum. "Gercep banget lo," ucapnya lagi.
"Aku enggak mau punya guru yang cacingan," jawab Jessica sebelum ia kembali melanjutkan makannya.
Mike dan maura yang melihatnya hanya bisa tersenyum. Sebab, dibalik sikap cuek Jessica pada Hansel, Jessica juga menyimpan kepedulian pada guru bela dirinya itu.
...
"Mike, kalau boleh, gua mau ajak Jessica jalan-jalan sebentar," ucap Hansel ketika mereka semua sudah menyelesaikan makan malam mereka.
"Jessica mau?" tanya Mike yang meminta persetujuan dari orangnya langsung.
Jessica menatap Maura.
"Hansel ini orangnya baik kok. Kamu jangan takut. Kalau dia apa-apain kamu, maka Papa yang akan turun tangan," ucap Mike.
"Aku enggak mau," jawab Jessica.
"Daripada elo terus terusan di rumah aja," ucap Hansel. 'Apa enggak bosan?" tanyanya.
"Enggak," jawab Jessica. 'Ayok, Pa, Ma. Kita pulang," sambungnya.
Jessica menarik tangan Maura agar segera menjauh dari Hansel. Tinggallah Hansel dan Mike yang masih berdiri di depan area resto.
"Pelan-pelan aja. Lo mau dekati dia, gua dukung kok. Asalkan lo enggak ada niatan buruk," ucap Mike.
"Gua mana pernah punya niatan buruk sama orang-orang terdekat elo," jawab Hansel.
"Gua duluan," pamit Mike sebelum ia berjalan menuju tempat di mana ia memarkirkan mobilnya tadi.
...
Sebuah ponsel dan laptop diberikan oleh Mike untuk Jessica sesaat setelah mereka kembal dari makan malam.
"Kamu pergunakan ini baik-baik," ucap Mike saat ia menyerahkan 2 benda itu.
"Tapi, Pa. Apa ini enggak terlalu banyak?" tanya Jessica yang merasa tidak enak hati karena sudah diberikan 2 benda yang menurutnya pasti memiliki harga yang cukup tinggi.
"Papa kasih ini supaya kamu bisa terhubung terus dengan Papa atau Mama jika kami berada jauh dari kamu. Dan juga, ini supaya kamu bisa survei, sekolah mana yang menurut kamu cocok dengan kamu," pungkas Mike.
"Terima kasih, Pa, Ma,' ucap Jessica kemudian ia memeluk Mike dan Maura secara bersamaan.
Bahagia tentu sangat dirasakan oleh jessica. Ia sangat bersyukur karena sudah dipertemukan dengan keluarga barunya sekarang.
...
Keesokan harinya.
Jessica tidak ingin jika terus membuat Mike dan Maura menunggu keputusannya yang hendak bersekolah. Pagi ini, Jessica menyiapkan sarapan untuk Mike dan Maura. Ia sama sekali tidak ingin diganggu oleh asisten rumah tangga.
"Loh, Jessica masak?" tanya Mike ketika ia melihat Jessica yang sedang sibuk memasak sendirian di dapur.
'Maaf, Tuan. Tadi saya sudah meminta agar nona muda tidak perlu memasak. Tapi, nona muda tetap bersikeras," ucap asisten rumah tangga itu.
"Iya, Pa. Aku yang mau kok," timpal Jessica.
Jessica pun menghidangkan sarapan buatannya di atas meja makan.
"Harum sekali, Jes," ucap Maura.
"Mari kita makan," ucap Jessica.
Mike, Maura dan Jessica pun sarapan nasi goreng ayam buatan Jessica.
"Enak banget, Jes," ucap Mike ketika sesendok nasi goreng itu menyentuh lidahnya.
'Iya, Jes. Kamu belajar masak di mana?' tanya Maura.
"Dulu aku sering bantuin Ibu masak. Terus, sambil lihat Ibu masak, aku sambil tanya-tanya. Jadinya aku tau deh," jelas Jessica.
Mike dan Maura sama-sama terdiam ketika mendengar penjelasan Jessica.
"Aku gak apa kok. Kan sekarang sudah ada kalian," ucap Jessica seraya tersenyum. "Oh, iya. Aku juga sudah memutuskan kalau aku akan masuk sekolah di tempat yang sudah Papa pilihkan,"sambungnya.
Mike dan Maura langsung senang ketika mendengar keputusan Jessica.
"Bagaimana kalau hari ini kita ke sekolah untuk melakukan pendaftaran dan mengambil seragam kamu?' usul Maura.
"Boleh, Ma," jawab Jessica.
"Sama Papa juga ke sekolahnya," ucap Mike.
"Bukannya kamu ada pertemuan pagi ini?" ucap Maura mengingatkan.
"Itu bisa nanti, sayang," jawab Mike.
...
Setelah selesai sarapan, Jessica kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian. Jessica hanya mengambil rok berwarna hitam dengan motif kotak-kotak dan baju kaos putih biasa saja. Kemudian, Jessica juga membawa jaket jeans berwarna merah muda. Lalu, Jessica memakai sepatu kets yang berwarna senada dengan kaos yang ia pakai.
Jessica pun kembali ke lantai dasar untuk menunggu Mike dan Maura selesai berganti pakaian juga.
"Aku pikir mereka akan lebih dulu selesai," gumam Jessica.
Jessica membutuhkan waktu 10 menit sampai Mike dan Maura selesai mengganti pakaian.
"Apa kami membuat kamu menunggu lama?" tanya Maura.
"Enggak kok, Ma," jawab Jessica.
Kemudian, mereka semua pun pergi.
Di mobil.
"Pa, kalau aku belajar mengemudi sekarang, apa boleh?" tanya Jessica seraya menatap Mike yang sedan fokus mengemudi di depannya.
"Tunggu sampai usia kamu sudah 18 tahun," jawab Mike.
"Kenapa enggak sekarang aja?" tanya Jessica.
"Karena sekarang kamu belum punya SIM," jawab Mike lagi.
Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Jessica terus bertanya pada Mike dan Maura. Terkadang, hal yang tidak penting sekalipun, ia tanyakan juga. Seperti ketika mereka melewati sebuah gedung pencakar langit, Jessica menanyakan siapa yang membangunnya. Maura dan Mike hanya menjawab hal-hal yang mereka tahu saja.
Jessica melakukan hal itu supaya rasa gugupnya berkurang walau hanya sedikit.