Gedung bertingkat 3 dan memiliki 3 bangunan, serta gerbang yang menjulang tinggi di depan serta dengan tembok tinggi yang menyekati gedung sekolah itu membuat Jessica tidak bisa mengedipkan matanya. Gadis itu begitu terkagum dengan pemandangan yang ada di hadapannya saat itu. Sebab, gedung sekolahnya dulu tidaklah sebagus itu.
Maura dan Mike membawa Jessica ke ruang guru untuk mendaftarkan nama Jessica agar nama Jessica masuk ke dalam salah satu daftar murid.
Mike bisa dengan mudah mengurus sekolah Jessica karena sekolah itu adalah miliknya. Namun, Jessica tidak mengetahui hal itu.
Kepada kepala sekolah, Mike meminta agar Jessica dimasukkan ke kelas yang nyaman. Walau semua kelas pasti nyaman karena fasilitas yang sangat memadai, namun Mike tetap ingin yang terbaik untuk anak angkatnya itu.
Setelah mengurus beberapa dokumen, Jessica pun dibawa untuk melihat ruang kelasnya yang mulai besok akan menjadi tempatnya belajar.
Banyak pasang mata terarah pada Jessica, hal itu membuat Jessica berjalan dengan menundukkan kepalanya.
"Jangan menundukkan kepalamu, mereka menatapmu karena kamu terlalu cantik di mata mereka," ucap Mike yang saat itu berjalan di belakang Jessica.
Seketika itu, Jessica menegakkan kepalanya dan menebarkan senyum manisnya kepada setiap siswa/siswi yang menatapnya.
...
Malam harinya, saat Jessica, Mike dan Maura tengah makan malam bersama di rumah. Jessica melontarkan sebuah pertanyaan pada Mike.
"Apa Papa memberikan nomor ponselku pada Om Hansel?" tanya Jessica. Sebab, beberapa jam yang lalu, Jessica mendapatkan pesan dari Hansel.
Mike menganggukkan kepalanya tanda ia membenarkan hal itu.
"Alasannya apa?" tanya Jessica lagi.
"Supaya kalau ada apa-apa, Hansel bisa hubungi kamu langsung atau sebaliknya," jawab Mike.
Jessica tidak bisa membantah ucapan Mike, sebab ia juga ingin menghargai Mike yang sudah mau dengan suka rela mengurusnya.
...
-On Message (Mike-Hansel)-
Mike : Apa Jessica sudah membalas pesan elo?
Hansel : Belum.
Mike : Coba kirim pesan lagi.
Hansel : Oke.
_Another Message (Hansel-Jessica)-
Hansel : Jes.
Jessica : Apa?
Hansel : Eh, dibalas. Gua kira elo tetap enggak akan balas pesan dari gua. Hahaha.
Jessica : Kalau enggak penting, enggak usah chat.
Hansel : Hahaha. Okey. Selamat ya yang besok sudah masuk sekolah lagi. Semangat juga. Semoga senang di sekolah baru.
Jessica ; Thank you!
---Message ended.
...
Keesokan harinya.
"Ingat ya, kalau ada yang bully kamu, kamu harus lawan. Karena pembully itu harusnya di lawan, bukan malah dibiarkan," ucap Mike saat ia sudah menghentikan mobilnya di depan gedung sekolah baru Jessca.
"Siap, Pa," jawab Jessica sebelum ia keluar dari mobil milik Mike.
Jessica pun melambaikan tangannya ke arah Mike yang saat itu menurunkan kaca jendela mobilnya.
"Hati-hati nyetirnya, Pa," ucap Jessica.
Mike pun menganggukkan kepalanya kemudian ia melajukan mobilnya untuk meninggalkan area sekolah.
Setelah melihat bahwa mobil Mike sudah berada jauh, barulah Jessica berjalan memasuki area sekolah. Ia berjalan menuju kelasnya yang kemarin sudah di tunjukkan untuknya.
"Hey, Jessica!" sapa seseorang.
Jessica langsung menghentikan langkah kakinya kemudian ia menatap ke arah belakangnya. Dilihatnya, seorang gadis sebayanya tengah berlari ke arahnya.
"Masih ingat denganku, 'kan?" tanya gadis itu ketika ia sudah sampai di hadapan Jessica.
Jessica menganggukan kepalanya karena ia memang mengenal gadis itu yang tak lain adalah Anne, gadis pertama yang berani mengajaknya berkenalan kemarin.
Anne dan Jessica pun berjalan bersama menuju kelas karena mereka memang berada di kelas yang sama.
"Baru datang juga?" tanya Anne basa-basi.
Jessica hanya menganggukkan kepalanya. Ia sangat malas untuk membicarakan hal yang menurutnya tidak penting.
...
Setelah pelajaran pertama selesai dan guru mengatakan bahwa waktu istirahat di mulai, semua murid yang ada di dalam kelas berhamburan keluar. Kecuali Jessica, gadis itu dengan santainya membereskan mejanya yang berantakan dengan pulpen dan buku yang tadi ia gunakan untuk belajar. Hal itu tentu saja membuat Anne heran.
"Enggak ke kantin, Jes?" tanya Anne.
Jessica menggelengkan kepalanya kemudian ia mengatakan "Kalau kamu mau ke kantin, duluan aja."
"Enggak deh, aku malas sendirian," jawab Anne.
"Duluan aja, aku enggak apa kok," ucap Jesssica sekali lagi.
"Kamu gimana? Apa mau titip?" tanya Anne.
'Enggak usah," jawab Jessica.
"Yasudah, aku ke kantin sebentar," ucap Anne sebelum ia berjalan meninggalkan ruang kelas.
Setelah melihat bahwa Anne sudah berjalan sedikit jauh, Jessica pun keluar dari kelas. Namun, tujuannya bukan ke kantin, melainkan ke ruang eskul.
Jessica ke sana karena pagi tadi ia melihat Hansel berjalan menuju ruangan itu.
Tebakan Jessica benar, Hansel sedang berada di dalam aula karate, ia sedang mengajarkan beberapa murid yang juga termasuk murid sekolah itu.
"Apa Om Hansel itu pengajar dimana-mana, ya?" batin Jessica.
Jessica terus memperhatikan Hansel dari balik jendela kaca aula. Mulanya gadis itu berdiri dengan santai, lalu saat Hansel menatap ke arahnya, ia menjadi gugup dan langsung pergi dari sana.
"Semoga saja Om Hansel tidak menyadari kalau tadi adalah aku," gumam Jessica.
"Sayangnya, gua sudah menyadarinya," ucap seseorang yang sudah berjalan di belakang Jessica.
Jessica pun langsung menghentikan langkah kakinya kemudian ia menatap orang itu yang tak lain adalah Hansel.
'Ngapain ngintip gua lagi ngelatih?" tanya Hansel dengan nada suara yang tegas.
"Aku pikir tadi pagi au salah lihat, taunya itu beneran Om Hansel," jelas Jessica.
Hansel menganggukkan kepalanya dengan ragu, sebab ia tidak yakin dengan jawaban Jessica.
"Om ngapain ngikutin aku? Memangnya latihannya sudah selesai?" tanya Jessica.
Hansel tidak menjawab dan ia langsung kembali ke aula eskul.
"Dasar orang tua," gumam Jessica.
...
Sepulang sekolah, Jessica langsung belajar bela diri lagi dengan Hansel di rumahnya.
"Om, kenapa aku enggak belajar di sekolah aja?" tanya Jessica. "Biar aku belajar sama temen-temenku yang lain juga," sambungnya.
"Elo tanya sama bokap lo lah. Gua sih ngikutin apa kata bokap lo aja," jawab Hansel.
"Akan lebih baik kalau Om Hansel yang tanya," ucap Jessica lagi.
"Bilang aja kalau elo takut," ledek Hansel.
Jessica hanya mencibir mulutnya dan ia kembali melanjutkan latihannya.
"Bagaimana di sekolah tadi?" tanya Hansel membuka pembicaraan lain.
"Seru. Tapi hanya Anne yang berteman dekat denganku," jawab Jessica apa adanya.
Hansel terdiam ketika ia mendengar nama itu yang Jessica sebut.
"Kenapa Om?" tanya Jessica heran karena Hansel tiba-tiba saja terdiam.
"Gak apa," jawab Hansel. "Sudahlah, diam aja dan lanjutkan latihannya," sambungnya.
Dalam hati Jessica, ia sejujurnya ingin bertanya ada apa dengan Anne yang membuat Hansel tiba-tiba terdiam ketika mendengar nama itu disebut.