Terkadang sebuah feeling yang kita rasakan itu benar-benar akan selalu terasa sangat nyata dan banyak hal yang memang sangat di perlukan di setiap waktunya karena di setiap teka-teki akan ada sebuah jawaban di baliknya. Saat ini yang di lihat bukan bagaimana caranya untuk mencari sebuah guardian. Melainkan saat ini adalah bagaimana caranya kita bisa bertahan hidup dan memecahkan semua masalah yang ada di dalam hidup kita. Di tambah dengan mencari dengan orang-orang yang kita tidak kenal dan orang-orang yang membenciku yang menjadi kelompokku saat ini. Itulah yang membuat aku merasa sendiri dan melakukan apa saja yang aku suka saja di bandingkan dengan yang lainnya.
-Arthemis Amysthyst Matcha.
"Feeling? Apakah feelingmu setajam itu? Kenapa kamu bisa merasakannya? Padahal itu sama sekali tidak masuk akal kalau di pikirkan pakai logika."
"Semuanya tidak ada yang tidak masuk akal di dunia ini. Karena semua orang memiliki sebuah feeling dan perasaan yang berbeda apalagi ketika kita melihat sebuah hal yang sebenarnya. Ketika kita melihat apa yang sebenarnya terjadi maka kita akan merasa semuanya akan baik-baik saja. Apalagi ketika kita merasa kalau kita dalam bahaya. Maka feeling kita akan memberitahu kita kalau kita akan dalam bahaya saat ini."
Frans hanya menganggukkan kepalanya dengan sangat pelan. "Tapi, semuanya memiliki sebuah alasan dong. Apa alasanmu untuk melakukan itu semua dan menebaknya itu adalah seekor anjing yang sangat menggemaskan saat ini?" tanya Frans dengan sangat bingung.
"Aku hanya melihat bayangannya saja di balik sosok yang menggemaskan itu. Jadi, aku menebaknya saja dengan sangat mudah."
Di lain tempat semua guru sedang mengawasi mereka semua dari sebuah kaca yang sangat besar. Mereka tersenyum kecil melihat kelompok Iznti yang mulai bekerja sama dengan baik saat ini. Tuan Psyche menghampiri Bu Hernyme yang sedang duduk dan tersenyum manis di bangkunya.
"Kau memberikan Arthemis sebuah kelompok yang luar biasa. Apa yang kau lakukan itu tidak benar Bu Hernyme. Dia bisa saja di bully dengan teman-teman yang lainnya. Kenapa kamu tidak memikirkan perasaan Arthemis saat ini? Dia berada di rangking yang rendah. Seharusnya kau memberinya kelompok Horald ataupun yang lainnya. Bukan kelompoknya Iznti," protes Tuan Psyche.
"Tenang saja, aku sudah memikirkan semuanya dengan matang. Dia akan selalu menjaga dirinya dengan sangat baik dan akan melakukan apapun nyang seharusnya dia lakukan saat ini. Kalau kita saja tidak mempercayai dia. Maka mau sampai kapan dia tidak mengupgrade diri dia di hadapan orang banyak?" tanya Bu Hernyme dengan sangat santai.
"Tidak masalah, tapi tidak dengan kelompok Iznti.merska sangat kuat dan mereka sangat hebat. Arthemis yang tidak memiliki kekuatan apa-apa dia benar-benar akan merasa tersiksa dan merasa sangat bodoh nantinya di hadapan orang banyak. Pikirkanlah hal itu saat ini."
"Tenang, aku mengetahui semua kapasitas muridku dan aku tahu kehebatan mereka semua. Aku menempatkan Arthemis di tempat yang sangat tepat. Dia memang pantas di kelompok Iznti saat ini," jelas Bu Hernyme.
"Tidak, ini tidak benar. Kau benar-benar sudah di luar batas. Aku sangat kasian dengan Arthemis. Karena dia akan terbanting oleh kekuatan mereka semua jika menjadi satu. Kekuatannya tidak sama dengan yang lainnya."
Bu Hernyme tersenyum dengan sinis dan memutar bola matanya dengan sangat kesal. "Satu hal yang harus kau tahu saat ini. Jika kau melihat pertandingan kemarin maka kau bisa menelaah semuanya. Iznti tidak pernah kalah sebelumnya. Mengapa saat ini dia kalah dengan seorang gadis dengan predikat rangking terendah?" tanya Bu Hernyme dengan sangat santai.
Tuan Psyche hanya terdiam dan mencoba menelaah apa yang sebenarnya terjadi saat ini. "Benar apa yang dikatakan oleh Bu Hernyme. Iznti yang tidak pernah kalah di hadapan semua orang saat ini benar-benar kalah sama seorang anak yang mendapatkan rangking terendah."
"Nah, berarti dia memiliki sebuah kekuatan yang sangat dahsyat dan sangat besar yang tidak pernah kita ketahui. Kita dapat lihat dari sudut pandang kekuatannya dan kekuatan guardiannya. Seekor Guardian tidak akan jauh kekuatannya dengan tuannya. Lihatlah kemarin seekor rajawali yang memisahkan mereka dan melepaskan Iznti dari cengkraman Arthemis. Itu sudah membuktikan kalau dia memiliki kekuatan. Hanya saja dia tidak bisa menggunakan semua kekuatannya," jelas Bu Hernyme.
"Benar apa yang di katakan oleh Hernyme. Aku bisa melihat kekuatannya saat ini yang sangat besar. Tapi, jujur saja aku sangat tidak yakin kalau dia adalah anggota keluarga Matcha. Karena anggota keluarga Matcha memiliki kekuatan yang di bawah dari keluarga Iznti. Coba kalian pikirkan, selama ini jika mereka bertemu maka mereka akan memiliki kekuatan yang setara tapi terkadang mereka memiliki kekuatan yang di bawahnya."
"Jujur saja aku benar-benar tidak yakinnya dia anak dari keluarga Matcha adalah dia memiliki banyak bakat yang terpendam. Lagi pula Istri dari penasehat kerajaan itu terdengar tidak memiliki------"
"Tidak ada yang tidak mungkin jika memang itu sudah rezeki mereka. Kita tidak bisa menjudge mereka secara sepihak saja. Karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dengarkan aku baik-baik. Kita semua hanya tau dari luarnya saja. Ada banyak orang yang tidak memiliki rahim bisa memiliki seorang anak. Ada juga dia yang terkena penyakit keras yang bisa sembuh dengan sekejap mata."
"Aku masih tidak percaya itu bisa terjadi. Karena bagiku tidak logis seorang wanita yang tidak memiliki rahim bisa mengandung seorang anak. Bagaimana bisa itu terjadi?" tanya Bu Armthe dengan sangat santai.
"Kan aku sudah bilang tadi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Kalau itu memang kehendak yang kuasa maka semuanya akan bisa saja terjadi. Begini, mungkin bagi kita saat ini tidak logis di dalam otak kita tapi semuanya bisa saja terjadi di dunia ini tanpa bisa di sampai di kepala kita."
"Sudahlah, aku tetap tidak percaya dengan semuanya. Sudah aku katakan sebelumnya. Karena ini semua di luar nalar. Tidak ada seorang wanita yang tidak memiliki rahim bisa memiliki seorang anak. Bagaimana caranya dia mengandung seorang bayi dari pernikahannya tanpa adanya rahim? Bagaimana cara bayinya berkembang dan tumbuh tanpa adanya rahim? Di luar? Atau dimana?" Itu adalah sebuah hal yang sangat mustahil. Atau jangan-jangan dia adalah anak dari orang tua yang tidak bertanggung jawab yang di buang begitu saja?" tanya Bu Armthe dengan sangat santai.
Plak!
Satu tamparan mulus mendarat di pipi Bu Armthe saat ini. Bu Hernyme yang sudah sangat kesal dengan sahabatnya itu hanya menghela nafas dengan panjang dan menutup matanya dengan sangat pelan. Rasanya dia tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh sahabatnya itu. Bisa-bisanya ia mengatakan hal yang tidak sebenarnya.
"Jaga ucapanmu saat ini. Karena Arthemis adalah anak kandung mereka. Jangan pernah sekalipun kalian menjatuhkan dia dengan ucapan kalian semua. Kalian adalah seorang guru di sini. Tidak pantas jika kalian mengatakan hal itu saat ini karena kalian semua tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Di alam sana pasti kepala penasehat kerajaan Tuan Fransisco dan Nyonya Arnemis akan sangat kecewa dengan kalian yang benar-benar sangat mencurigakan mereka tentang Arthemis."
“Aku benar-benar tidak percaya kepadamu yang bisa menamparku seperti ini. Kamu sudah aku anggap Kakakku sendiri justru menamparku demgan sangat kencang seperti tadi. Apakah itu pantas? Benar-benar sangat mengecewakan hanya karena Arthemis kau bisa melakukan hal itu kepadaku saat ini.”
Dengan pelan Bu Hernyme menyesapkan minumannya dengan sangat pelan dan menatap Bu Armthe dengan sangat tajam. "Aku tidak akan membiarkan menampar kamu jika mulutmu bisa di kontrol. Dengarkan aku, kamu saja selalu melakukan ini dan melakukan hal yang sangat gila. Jangan mengatakan hal yang tidak seharusnya. Ini bukan ranah kita, apalagi sampai mengulik ke dalamnya. Dengarkan aku Armthe, kita hanya manusia biasa yang tidak memiliki apa-apa dan pangkat yang tidak sehebat mereka. Jangan pernah mengulik tentang itu lagi," jelas Bu Hernyme dengan sangat pengertian.
"Aku hanya mengatakan faktanya. Kamu selalu melarang aku mengatakan sebuah fakta yang sebenarnya selama ini. Ada apa? Apakah kau di bayar sangat besar dari mereka saat ini? Kenapa bisa kamu membela mereka sebegitu besarnya? Jawab aku?" tanya Bu Armthe dengan sangat penuh amarah.
"Ya, benar apa adanya. Dia bukan anak kandung dari anak penasehat kerajaan. Apakah kau puas saat ini? Apakah kau senang mengetahui fakta yang sebenarnya?" tanya Bu Hernyme dengan sangat marah.
"Kan sudah ku duga, dia adalah anak yang di buang oleh keluarganya. Tidak mungkin dia akan memiliki kekuatan yang sebesar itu kalau bukan anak buangan. Tega sekali keluarganya aku sebagai gurunya hanya bisa menghela nafas dengan kasar aja sekarang mendapatkan kenyataannya."
Bu Hernyme menatap Bu Armthe dengan sangat datar dan menghela nafasnya dengan sangat kasar. Dia benar-benar tidak menyangka kalau sahabatnya yang selama ini dia katakan sebagai saudaranya memiliki mulut yang sangat mengerikan. Ia hanya bisa menutup matanya dengan pelan dan menatap Bu Armthe dengan tajam.
"Apakah kau mau aku tampar lagi karena ucapanmu saat ini? Kau benar-benar tidak bisa di kontrol ketika berbicara. Dia bukan anak buangan atau anak apapun. Dia adalah anak dari sebuah keluarga yang sangat baik-baik. Jangan mengatakan sebuah hal yang sangat ngelantur lagi karena gak enak di dengar orang lain nantinya. Mereka malahan akan menganggap kalau Arthemis adalah orang yang tidak baik," ujar Bu Hernyme dengan sangat kesal.
"Kau ini kenapa sih? Ada apa denganmu? Aku perhatikan kau benar-benar membela gadis itu mati-matian? Apakah kau masih waras? Kau masih memiliki otak yang ada di tempatnya dan kewarasan yang stabilkan? Apakah kamu benar-benar tidak merasakan hal yang aneh?" tanya Bu Armthe dengan sangat bertubi-tubi.
Pletak!
Satu jitakan mulus jatuh di kepala Bu Armthe dengan sangat kencang membuat sang empunya mengaduh kesakitan karena jitakan itu. Bu Hernyme yang melihat Bu Armthe yang sedang mengelus kepalanya dengan sangat pelan dan menatapnya dengan sangat kesal hanya mengabaikannya saja. Dengan pelan ia memutar bola matanya dengan malas.
"Aku masih waras. Kau yang sudah sangat gila. Kau gila karena memandang semua orang dengan sebelah mata. Kau tidak bisa seperti itu, semua orang memiliki hak yang sama dalam sebuah sudut pandang. Begini kalau kau benar-benar membedakan dia dengan yang lainnya sama saja kau ini membuatnya merasakan perbedaan di dalam sekolah ini."
"Aku tahu kalau Prince Iznti adalah prioritas tapi di sini ada yang namanya prioritas dan ada yang namanya kualitas. Pada saat kamu fokus sama kualitas maka prioritas kami akan selalu jalan. Tapi, ketika kamu berada dalam sebuah prioritas yang menjadi sebuah hal yang paling utama dalam kehidupanmu. Maka kamu gak akan pernah tau siapa yang memiliki kualitas di antara semua anak-anakmu."
Bu Armthe terdiam dan menelaah apa yang di katakan oleh Bu Hernyme. Semuanya adalah kebenaran yang sangat sulit di terima bagi semua orang. Itu memang sebuah hal yang sulit memang. Ketika kita mendapatkan sebuah prioritas maka kita akan selalu mengupdate diri dalam mencari kualitas yang ada di dalam diri orang lain.
Itu adalah sebuah hal yang sangat sulit dan sangat susah bagi seorang guru. Jika sebuah prioritas mereka sudah tau apa kelebihan dan kekurangan mereka dalam sebuah hal. Berbeda dengan sebuah hal yang menjadi kualitas. Kalau kualitas mereka tidak akan melakukan hal itu dan mendapatkan semuanya tanpa di ketahui oleh banyak orang. Ya, bagi mereka itu adalah sebuah bumerang yang sangat mengerikan di suatu hari nanti kepada diri mereka sendiri nantinya.