Serangan Mendadak

1749 Kata
Terkadang sebuah hal yang tidak seharusnya di katakan di perdebatkan dalam sebuah persahabatan itu memang tidak harus di lakukan. Semuanya akan aman dan baik-baik saja ketika dia mau melakukan banyak hal dan mau mengungkapkan semuanya di hadapan orang banyak. Mengakui kesalahannya dan berhenti menggunjing anak itu adalah sebuah keinginanku yang sebenarnya. Bukan karena kedua orang tuanya yang memiliki kekuasaan yang tinggi saat ini. Tapi, karena sebuah profesi yang harus profesional yang membuat ku harus melakukan ini semua di setiap pekerjaanku dalam membimbing anak-anak yang ada di dalam sekolah ini. So, itulah tugas guru yang sebenarnya. Bukan mereka yang menggunjing anaknya. Tapi, mereka yang selalu ada buat anaknya dalam hal apapun dan menjadi seorang sahabat bagi mereka di saat yang seharusnya. -Hernyme. "Kita sebagai tenaga pendidik memang harus melihat bagaimana perkembangan anak dan masih banyak lagi yang lainnya. Kalau kamu saja selalu berpikir kalau semua ini adalah hal yang seperti tadi dan kamu selalu membedakan anak-anak yang ada di sekeliling kamu. Maka kamu akan gagal menjadi seorang tenaga pendidik yang sebenarnya." "Dengarkan aku, kita harus adil dan memperlakukan mereka secara sama karena mereka adalah anak-anak kita juga. Kualitas memang bukan sebuah prioritas. Tapi, prioritas belum tentu memiliki sebuah kualitas. Pahami konsep itu baik-baik karena lo akan mengetahui semuanya saat ini dengan sangat baik." Bu Armthe terdiam dan menghela nafas dengan sangat panjang. Ia merasa saat ini dia benar-benar sangat penat dan merasa sangat bersalah kepada Bu Hernyme karena telah mengatakan hal yang tidak seharusnya di katakan pada saat ini. Tuan Psyche dengan sangat pelan menganggukkan kepalanya dan membiarkan mereka berdua mengucapkan apa yang mereka ingin ucapkan. "Sudahlah tidak usah di bahas semuanya. Aku sengaja memasukkan Arthemis ke kelompok Iznti ada memiliki sebuah misi di dalamnya. Aku benar-benar tidak mau kalau mereka yang berada di sana kenapa-kenapa. Dengan adanya Arthemis maka mereka akan sangat cepat menemukan guardian mereka dan mereka juga tidak akan membuat mereka semua bertengkar dengan guardian mereka sendiri. Please focus with your journey. Don't talk about her. Okey, kalian bisa fokus kembali dalam pekerjaan kalian sekarang." "Tunggu, bagaimana dia bisa melakukannya? Padahal dia tidak bisa dan tidak memiliki apa-apa saat ini. Kenapa dia malahan bisa mengetahui tentang guardian yang lainnya?" tanya Bu Armthe. Bu Hernyme menghela nafas dengan panjang dan menatap Bu Armthe dengan sangat datar saat ini. "Kan aku sudah katakan jangan talking with me about her. Nih, at the last I can says for her. You don't judge and tell me about opinion in your mind. Because I don't think so." "Okey, the last question with you. Please," gumam Bu Armthe. "Okey, gue akan jawab semuanya. Tapi, gak boleh ada judge ataupun apalagi setelah ini. Sampai gue dengar ada maka kamu akan mengetahui semua akibatnya." "Okey," jawab Bu Armthe. "Kepala penasehat dan istrinya semalam menghampiri gue dalam mimpi. Mereka mengatakan kalau Arthemis tidak boleh terluka sama sekali. Ya, meskipun dia memiliki kekuatan yang sangat rendah atau bisa di katakan tidak bagus seperti yang lainnya. Tapi, dia memiliki daya tangkap dan daya ingat yang sangat tajam. Itu yang pertama, yang kedua dia memiliki Indra yang sangat peka di dalam tubuhnya. Matanya yang elang dan tubuhnya yang sangat reflek peka dengan suasana yang membuatnya benar-benar akan melakukan hal itu." "Secara tidak langsung pada akhirnya memang Arthemis akan sangat di butuhkan dalam kelompok Iznti dan teman-temannya. Karena kepekaannya yang bisa membuat mereka semua tidak perlu bertengkar lagi dengan guardian mereka semua. Cukup yang lainnya saja mereka jangan melakukan hal itu. Karena mereka yang akan melindungi teman-temannya yang lain di hutan itu," ujar Bu Hernyme dengan sangat santai. "Dia memiliki itu semua? Aku sangat tidak percaya dengan semua kekuatan yang sebenarnya yang dia miliki." "Yes, Of course. Dia memiliki sebuah kekuatan yang sangat baik dan kekuatan yang sangat hebat. Dia memiliki banyak kelebihan yang tidak bisa di miliki oleh orang lain. Please, don't judge her. Because her is the best human in the future. Dia sebenarnya bukan gadis biasa seperti pada umumnya. Karena pada dasarnya dia memiliki sebuah kekuatan yang sangat luar biasa di dalam dirinya sendiri." "Tapi, bagaimana bisa dia tidak bisa mengeluarkan kekuatannya saat ini. Padahal dia bukan gadis biasa, dia juga memiliki yang sangat hebat tapi mengapa dia tidak bisa menggunakan semua yang ada di dalam diri dia saat ini?" tanya Bu Armthe dengan sangat bingung. "Karena kedua orang tuanya dahulu tidak mengajarkan dia tentang kekuatannya yang sebenarnya. Itu yang menjadi masalahnya dia. Karena tidak fokus dan tidak tahu tentang semua arti kekuatan yang sesungguhnya maka dia tidak merasa kalau dia memiliki sebuah kekuatan yang berada di dalam diri dia sendiri maka dia merasa kalau ya, ini adalah aku. Aku orang yang seperti ini." "Hanya itu saja yang dia katakan. Dan ya benar, dia sama sekali tidak fokus dan bingung. Aku punya kekuatan tapi aku beneran gak bisa gunainnya. Orang tua aku gak pernah mengajarkan hal yang seperti ini. Mereka hanya mengajarkan aku tentang bagaimana kesabaran. Lebih ke rasa itu sih yang gue rasakan saat ini ya." "Okey, I see. Aku paham dengan semuanya saat ini. Ada banyak pertanyaan Nyang berada di dalam otak dia sampai dia juga sebenarnya melakukan banyak pertanyaan di dalam dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia mendapatkan kekuatan itu dan masih banyak yang lainnya?" tanya Bu Armthe. "Yaps, benar sekali. Itu yang jadi pertanyaan di dalam diri dia sendiri saat ini. Hanya itu yang bisa dia lakukan," jelas Bu Hernyme. "Bagaimana kekuatannya? Apakah benar-benar sangat dahsyat dan sangat hebat?" tanya Bu Armthe. "Dia akan mengeluarkan sebuah kekuatan di dalam dirinya sama seperti mood dia. Jika di dalam moodnya itu jelek ataupun dia sedang kalut. Energi yang sangat besar itu langsung reflek hadir di dalam dirinya dan melakukan banyak sekali masalah. Tugas kita adalah bagaimana caranya untuk mengatur emosinya agar tetap stabil dan mengajarkannya tentang menggunakan kekuatannya. Karena kalau tidak di ajarkan dia akan menyakiti dan bahkan membunuh banyak orang yang berada di sekeliling." "Aku benar-benar tidak menyangka kalau dia memiliki kekuatan yang sebesar itu." "Mangkanya kalau berpikir jangan selalu pendek. Kan sudah aku bilang bahwa prioritas akan selalu menjadi yang utama. Tapi, kualitas akan bisa menggantikan prioritas seiring berjalannya waktu. Mangkanya fokus dalam satu hal saja jangan bercabang kemana-mana yang ada kalau kau selalu bercabang semuanya tidak akan benar nantinya. Aku akan terkena masalah dengan semua orang yang berada di dalam sini juga nantinya. Please focus." Bu Armthe hanya menganggukkan kepalanya dengan sangat pelan dan menghela nafas dengan sangat kasar saat ini. "Sorry telah melakukan sebuah kesalahan yang gak seharusnya aku perbuat. Bukan maksud aku mau menyinggung Arthemis atau bagaimana tapi aku beneran tidak bermaksud demikian." "Yeah, aku tahu itu semua. Maka lain kali kamu harus bisa lebih menjaga lisan kamu di hadapan semua orang. Karena gak semua orang itu bisa menerima apa yang kita katakan dan apa yang kita inginkan. Sekarang kembalilah ke tempatmu dan abaikan saja semuanya." Bu Armthe kembali ke tempat duduknya dan terdiam menikmati mereka semua yang sedang mencari Guardian mereka di hutan yang sangat mengerikan itu. Di lain tempat, kelompok Iznti dan teman-temannya terus berkeliling dan menyusuri hutan yang berada di hadapan mereka. Hutan itu semakin lama semakin dalam dan semakin gelap membuat suasana yang berada di sana semakin mencekam mereka semua. Para perempuan saling mendekat dan bergandengan satu sama lain agar tidak merasakan ketakutan yang berlebihan pada saat sedang berjalan. Terdengar suara auman serigala yang sangat ganas dan lapar saat ini. Suara itu terdengar sangat pekat dan sangat jelas di telinga mereka. Mereka terus mengabaikannya dan menyusuri hutan itu. Semakin lama suara serigala itu semakin jelas dan semakin mengerikan bagi mereka semua. Mereka terus berjalan sampai akhir mereka terdiam dan membeku melihat seekor serigala yang lapar berada di hadapan mereka. Aummmmmm!!!!!! Aummmm!!!!! Aummm!!!! Serigala tersebut benar-benar mengaum dengan sangat mengerikan membuat siapa saja yang mendengarnya hanya menghela nafas dengan sangat kasar dan menutup matanya dengan pelan. Serigala itu yang melihat mereka berjalan langsung menghadang perjalanan mereka dan menatap mereka semua dengan sangat lapar. "Grrrrr! Grrrr!" serigala itu benar-benar sangat mengerikan seperti monster yang sangat menakutkan saat ini. "Emy, apakah dia benar-benar seekor serigala atau dia malahan seekor Guardian yang ada di dalam kelompok kita? Kenapa ini sangat mengerikan sekali. Aku sangat takut," gumam Cecilia. "Tenanglah," gumam Iznti dengan sangat pelan. "Bagaimana mau tenang orang dia saja menatap kita seperti benar-benar kelaparan. Kenapa dia seperti monster yang sangat mengerikan di bandingkan yang lainnya. Emy katakanlah sesuatu," gumam Cecilia dengan sangat panik. "Apa yang harus kita lakukan Emy?" tanya mereka semua dengan sangat bingung. "Emy tolong lihat dan katakan semuanya," ujar  mereka semua dengan sangat lirih. Arthemis dengan sangat pelan melihat ke arah samping kanan dan kirinya. Tidak ada sama sekali yang namanya bayangan lain selain dirinya. Arthemis langsung menciutkan nyalinya dan menatap mereka sangat pelan. "Dia seekor monster yang sangat menyeramkan. Dia-------" Srkh! Srkh! Dua cakaran yang sangat tajam langsung mengenai tangan Arthemis. "Akh!!" jerit Arthemis dengan sangat sakit. Membuat mereka semua semakin panik langsung mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing. Arthemis menahan kesakitan yang berada di tangannya dan menutup matanya dengan sangat pelan. Mereka semua langsung menyerang serigala itu dan mencoba mengalahkannya dengan kekuatan mereka. Dengan pelan Arthemis menutup lukanya dengan tangannya dan menahan rasa sakitnya. Cecilia dan Frans menjaganya dengan sangat intensif dan tidak membiarkan Arthemis kehilangan banyak kekuatannya saat ini. "Tetap waspada semuanya mereka semakin banyak dan menyerang kita. Fokus dan kerja sama. Jangan egois dan memikirkan diri sendiri karena kita tim. Jaga teman-teman kalian semua maka aku juga akan menjaga kalian semua saat ini. Fokus!" seru Iznti dengan sangat tegas. Mereka semua melawan para serigala lapar itu dan melindungi satu sama lain. Perlawanan semakin sengit mereka sangat mengerikan dalam pertarungan ini dan saling menatap dengan lapar mereka satu persatu. Iznti menendang para serigala itu masuk ke dalam sebuah jurang dan membuat beberapa kawanan serigala itu mati di sana. Tanpa mereka sadari di depan mereka ada sebuah serigala yang sangat besar dan menendang mereka semua dengan sangat kencang juga ke arah jurang yang sama seperti kawanannya yang lain. Iznti dan yang lainnya terpental sangat jauh dan bertahan pada sebuah batu yang berada di jurang itu agar tidak jatuh ke bawah sana. Jurang ini adalah sebuah jurang yang sangat terkenal dengan kedalamannya dan terkenal dengan sangat mengerikan. Barang siapa yang masuk ke jurang ini atau berada di dalamnya mereka tidak bisa dan tidak memiliki kekuatan apa-apa. Jurang ini terkenal sebagai nama jurang La Device. Sebuah jurang yang memiliki kedalaman 50 meter di dalamnya dan penyerap kekuatan terbaik seimmortal. Mereka semua berusaha naik ke atas dan sangat panik pada saat melihat Arthemis yang masih berada di atas sana sendirian. Cecilia menghela nafas dengan kasar dan menatap Arthemis dengan sangat panik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN