Di dalam kamar berukuran lima meter persegi, tampak dua insan tengah memadu kasih. Tanpa balutan sehelai benang pun, mereka saling mengapit tubuh pasangan, mengecup bagian-bagian sensitif tubuh yang kelelahan. “Ah ... Sayang ... Sudah hentikan!” pinta Rosa dengan suara yang mendesah. Wanita itu tampak kelelahan dengan permainan Memet yang mampu membuat dirinya klimaks berulang kali. Memet dan Rosa pun akhirnya terlelap dalam keadaan pusaka milik Memet yang masih berada di sarangnya. Enggan untuk terlepas. Memet, bukanlah sosok lelaki yang penakut seperti dahulu. Bukan pula seorang lelaki yang tidak bisa memuaskan pasangannya. Kini Memet berbekal ilmu pengetahuan yang dia pelajari dari buku Kamasutra miliknya, tumbuh menjadi sosok lelaki yang pandai dalam menghancurkan benteng pertaha

