Ritual Pemujaan Tejo

1054 Kata

Mentari sudah mulai tinggi, menebarkan cahayanya di seluruh alam. Memberikan kehangatan terhadap semua makhluk di bumi ini. Tanpa terkecuali. Burung yang berkicau mendendangkan lagu yang sangat indah dan merdu. Namun berbeda dengan salah satu rumah minimalis yang masih terlihat tertutup dan sepi. Tidak jauh dari rumah itu tampak seorang lelaki tua dengan memakai baju yang serba hitam kumis yang tebal dan wajah yang terlihat galak dan menyeramkan. Sorot matanya tajam dan menikah tertuju pada rumah minimalis yang masih tertutup rapat lelaki itu bangkit dari duduknya dia perlahan melangkah mendekati rumah tersebut dan berhenti tepat di depan pintu yang masih tertutup rapat. Lelaki itu tersenyum miring saat melihat ke arah jendela kaca yang tepat berada di sebelah kanan nya. Ya baca itu tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN