Ritual Di Sungai Keramat

1220 Kata

Satu Minggu kemudian. Di tempat kediaman Karno. Tepatnya pukul tiga sore. Angin yang berembus perlahan mampu membuat seseorang kedinginan. Pasalnya sudah empat hari ini hujan deras tiada hentinya turun ke bumi. Yang membuat jalanan di desa itu sangat becek dan berlumpur di mana-mana. Terlebih jalannya yang belum mendapatkan perbaikan dari pusat. Di teras rumah minimalis berwarna putih, tampak tujuh lelaki yang tengah berbincang dengan sangat serius. Sambil ditemani wedang kopi dan Sepiring pisang goreng yang masih mengepul. “Kang ... Bagaimana jika yang dikatakan oleh juru kunci itu benar?” tanya Kijo dengan nada was-was. “Aduh ... Amit-amit deh, jangan sampai hal itu terjadi pada kita,” sahut Sardi cepat, dia memang sangat penakut bila dibandingkan dengan yang lain. Mereka mangg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN