Leana masih menunggu harap-harap cemas keputusan dari sang ayah sebelum ia kembali bersuara "Sejujurnya aku dan Alex memiliki hubungan dimasa lalu, tapi pada saat itu hubungan kami kandas karena keegoisanku, tapi baik Alex dan aku sama-sama saling mencintai dan hari ini sebenarnya.. Sebenarnya.." Leana mengehentikan ucapannya ia bingung harus memberitahukan orang tuanya dengan cara bagaimana tentang kejadian antara ia dan Alex saat di hotel tadi.
"Sebenarnya aku dan Alex sudah sering tidur bersama." Ucap Leana membuat mata Nyonya Rose melotot sempurna.
"Leana!" Teriak Nyonya Rose merasa kecewa pada putri sulungnya itu "Kau..." ucapan Nyonya Rose terhenti saat Tuan Tommy bersuara.
"Aku tidak bisa mengambil keputusan akan pernikahanmu dan Alex, Leana. Keputusan menikahi kau atau menikahi Nhosa ada di tangan Alex." Tuan Tommy memberhentikan ucapannya sejenak "Meski aku ingin menikahimu dengan Alex namun jika Alex tak mau apa yang dapat kita lalukan." Tuan Tommy mendesah sejenak sebelum menatap Leana lalu melanjutkan ucapannya "ucapanmu benar Leana, perusahan akan untung besar jika kau yang menikahi Alex."
Nyonya Rose hanya menggelengkan kepalanya tidak dapat berkata-kata dengan jalan pikiran putri sulung dan suaminya itu.
"Tapi bagimana dengan perasaan Nhosa?" Tanya Nyonya Rose kearah sang suami.
"Nhosa, aku yakin dia akan mengikhlaskan Alex jika Alex benar-benar mau menikahi Leana. Kau tau sendiri sifat Nhosa seperti apa. Nhosa pasti akan merelakan posisinya diganti oleh Leana untuk menikahi Alex, sama seperti biasanya." Jawab Tuan Tommy membuat Leana langsung tersenyum senang.
Tuan Tommy menatap kearah Nyonya Rose lalu berkata "Undang Alex untuk makan malam besok, agar kita bisa membahas hal ini." Ucap Tuan Tommy
"Bukankah sebaiknya kita membahas masalah ini dengan Nhosa dulu?" Tanya Nyonya Rose
"Besok saja Ma, sekalian bersamaan dengan Alex." Ucap Leana.
Sementara itu dalam kamar, Nhosa meraih ponselnya setelah menenangkan pikirannya lalu mengirimkan pesan singkat pada Alex yang berbunyi "Aku ingin kita tetap melanjutkan pernikahan kita."
Disisi lain Alex tersenyum lega mendapati pesan singkat dari Nhosa ia sangat bersyukur dan lega atas keputusan Nhosa.
"Maafkan aku Nhosa, untuk membuatmu menjadi pewaris Scottler group aku harus menyakitimu terlebih dahulu." Gumam Alex lalu meletakan ponselnya diatas meja sebelum ia tersentak kaget ketika ponselnya kembali berbunyi.
"Nyonya Rose," gumam Alex begitu melihat siapa yang mengiriminya pesan singkat saat itu. Alex segera mengklik pesan itu dan mendapati pesan yang memintanya untuk makan malam dikediaman Scottler saat itu. Tanpa pikir panjang Alex lalu mengirim pesan jawaban yang menyetujui undangan Nyonya Rose.
***
Nhosa yang baru saja pulang dari perusahaan terlihat menyerengit bingung ketika mendapati semua pelayan di rumahnya nampak sibuk mempersiapkan makan malam yang begitu banyak.
"Ku rasa akan ada tamu." Ucap Nhosa memandang Xhavier di sampingnya sementara Xhavier hanya mengangguk merespon ucapan sang majikan lalu keduanya berlalu menuju kamar masing-masing.
5 menit kemudian Nhosa keluar dari dalam kamarnya telah mengenakan pakaian santai berupa kaos putih polos dan celana joger berwarna hitam. Nhosa melangkah ke luar rumahnya menuju halaman depan setelah mengambil beberapa buah-buahan dan satu botol besar minuman yogurt.
Nhosa duduk di kursi taman seorang diri, ia merenung terdiam dalam sunyi memikirkan kehidupannya setelah menikah dengan Alex besok.
Alex baru saja tiba dan memasuki area pekarangan halaman depan kediaman Scottler dan segera menghentikan langkahnya ketika melihat Nhosa duduk menatap langit di salah satu kursi taman.
Alex terdiam sejenak, melihat wajah Nhosa ia kembali mengingat betapa kejam perbuatan yang ia lakukan kemarin "Bersabarlah Nhosa, satu bulan setelah kita menikah aku berjanji akan memperlakukanmu dengan baik, sayang. Tapi untuk saat ini ku mohon bersabarlah pada semua tindakan dan perbuatan kasarku padamu." Pikir Alex seraya menatap nanar kearah Nhosa.
Baik Nhosa dan Alex sama-sama tersentak begitu sorot mata mereka beradu pandang. Sorot mata Alex yang tadinya sendu dan penuh kelembutan menatap Nhosa kita berubah menjadi sorot mata tajam penuh kedinginan.
Alex melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam kediaman Scottler "Apa yang membawamu datang kemari malam ini?" Pertanyaan yang terlontar dari Nhosa langsung memberhentikan langkah Alex tepat di depan Nhosa.
Alex bingung mendapati pertanyaan yang terlontar dari Nhosa tadinya Alex berpikir makan malam yang di undang Nyonya Rose itu atas persetujuan Nhosa tapi ini Nhosa sendiri bahkan tidak tahu akan undangan makan malam itu.
"Mamamu mengundangku untuk makan malam." Jawab Alex nadanya terkesan dingin.
"Mama?" Gumam Nhosa bingung lalu terdiam, melihat Nhosa yang diam Alex lalu melanjutkan perjalanannya menuju kedalam kediaman Scottler.
"Ada yang ingin ku tanyakan, bisakah kita bicara sebentar." Pinta Nhosa, Alex terdiam sejenak lalu membalikan tubuhnya untuk berjalan mendekati Nhosa.
"Baiklah, mari kita berbincang hingga masalah kita selsai." Ucap Alex memandang lurus kearah Nhosa.
Nhosa menarik nafas dalam lalu memulai percakapan mereka "Kau mengatakan bahwa kau tidak mencintaiku. Bolehkah aku tahu apa alasanmu mendekatiku?"
Alex menyerengitkan alisnya, sorot mata Nhosa memandangnya kini berubah seperti tak ada lagi rasa cinta di mata gadis itu untuk dirinya, Alex sempat panik mendapati sorot mata Nhosa yang memandangnya tidak seperti biasanya namun seketika Alex sadar bahwa itu resiko yang harus dia terima dari Nhosa atas perbuatannya.
"Apa alasanmu mendekatiku?" Nhosa mengulang lagi pertanyaannya begitu tak mendapat jawaban dari Alex.
"Agar kau menyukaiku, agar kau mencintaiku dan agar aku dapat menikahimu," Alex terhenti sejenak lalu melanjutkan kalimatnya "Dan setelah kita menikah, aku akan memanfaatkanmu."
Nhosa tersenyum getir mendengar jawaban dari Alex tanpa Nhosa ketahui bahwa sejujurnya saat ini Alex telah mencintainya tapi Alex menyembunyikan rasa cintanya itu.
"Aku sudah mengetahui dan mencurigai bahwa kau akan menjawabku seperti ini, tapi aku sama sekali tidak menyangka mendengar kau berkata jujur seperti ini tetap saja membuat hatiku terluka. Seharunya kejujuran kejammu ini kau ungkapkan sejak awal agar gadis bodoh seperti ku tidak tertipu olehmu." Nhosa berucap dengan nada sedikit meninggi dan mata melotot.
"Aku tidak menyangka kau lelaki yang begitu kejam dan keji Alex. Bagaimana mungkin kau bisa berakting begitu hebat, berupa-pura menyukai dan mencintaiku padahal tidak sama sekali. Kau berlaku baik, sopan dan penuh perhatian untuk memenangkan hati seorang gadis sepertiku apakah itu menyenangkan bagimu? Kau bahkan tidak akan sungkan menebar rayuan untuk...."
"Itu semua karena aku memiliki tujuan Nhosa, dan hanya kau satu-satunya pijakan yang ku miliki untuk mencapai tujuan itu. Jadi jangan salahkan aku, tapi salahkanlah takdir kenapa menjadikanmu sebagai adik dari Leana Scottler, jika kau tidak mampu menyalahkan takdir maka salahkanlah Kakakmu, tanyakan pada Kakakmu apa yang telah dia lakukan padaku sampai aku nekat menjadikanmu pijakanku." Balas Alex menyambar memenggal ucapan yang di lontarkan dari Nhosa.
Bersambung....