Alex menarik nafas dalam lalu dihembuskannya secara berlahan sebelum ia kembali menatap kearah Nhosa "Sekarang kau sudah tahu alasan dan tujuanku mendekatimu. Sekali lagi aku memberikan sepenuhnya keputusa atas pernikahan kita padamu. Apakah kau ingin lanjut atau tidak." Ucap Alex
Nhosa terdiam lalu menggumpalkan tangannya "Baiklah, mari kita lanjutkan pernikahan kita. Mari kita lihat seperti apa rencana yang telah kau susun itu akan berjalan." Jawab Nhosa membuat mata Alex langsung terbelalak, ia sama sekali tidak menyangka bahwa Nhosa akan melanjutkan pernikahan mereka setelah mengetahui kebenarannya.
"Terimakasih." Ucap Alex dalam hati lalu meninggalkan Nhosa yang terduduk lemas di atas kursi.
Tiba di dalam kediaman Scottler, Alex langsung disambut hangat oleh Nyonya Rose dan Tuan Tommy serta Leana, Leana tersenyum kearah Alex. Melihat senyuman Leana, Alex menyerengit dan menatap curiga kearah Leana "Gadis licik ini pasti telah merencanakan sesuatu." Pikir Alex menatap Leana penuh tanya seola-olah sorot matanya dapat mengeluarkan pertanyaan "Apa yang kau rencanakan saat ini?"
"Alex, ayo kita mulai makan." Ajakan Nyonya Rose membuat Alex tersentak dari pikirannya.
"Baik," jawab Alex lalu mulai mengikuti langkah Nyonya Rose dan Tuan Tommy untuk menuju ruang makan sementara Leana mengekor dibelakangnya.
Di ruang makan, Alex tampak kebingungan karena hanya ada dirinya dengan kedua orang tuan Nhosa serta Leana tapi Nhosa sendiri tak ada disana padahal Nhosa adalah calon istrinya dan besok mereka akan menikah seharusnya yang ada di ruang makan adalah Nhosa bukannya Leana.
"Dimana Nhosa?" Tanya Alex meski ia sudah tahu bahwa Nhosa ada di halaman depan kediaman Scottler namun Alex tetap bertanya.
"Ah!.. iya, sebentar akan ku panggilkan." Ucap Nyonya Rose lalu melangkah meninggalkan ruang makan.
Saat tiba di ruang keluarga tanpa sengaja Nyonya Rose bertemu dengan Nhosa di ruang keluarga saat itu Nhosa hendak masuk menuju kamarnya namun terhenti karena Nyonya Rose memanggilnya, disisi lain Xhavier baru saja keluar dari dalam kamarnya dan langsung mendapati Nhosa beserta Nyonya Rose berdiri di ruang tamu.
"Mama mengundang Alex makan malam, kenapa tidak memberitahuku? Apa tujuan Mama dan Papa mengundang Alex untuk makan malam?" Tanya Nhosa penuh selidik kearah sang Ibu.
"Nanti kau akan tahu sendiri, sekarang ayo ikut ke ruang makan, Alex mencarimu." Ajak Nyonya Rose tanpa buang-buang waktu Nhosa langsung mengikuti Nyonya Rose untuk ikut ke ruang makan.
Tiba di ruang makan, Nhosa mendapati posisi duduk Leana yang berada di samping Alex, Nhosa bahkan melihat seperti apa Leana berusaha bersikap manis dan baik pada Alex padahal sebelumnya Leana sangat membenci Alex.
"Apa yang direncanakan Leana saat ini?" Pikir Nhosa menatap penuh selidik kearah Leana dan kedua orang tuanya, Nhosa sangat tahu pasti ada sesuatu dibalik undangan makan malam saat ini.
20 menit berlalu, akhirnya makan malam itu selsai "Aku menunggu kalian semua di ruang keluarga, ada yang ingin ku bicarakan." Ucap Tuan Tommy dan segera mendapat respon persetujuan dari semua orang termaksud Alex.
Xhavier yang dari tadi mengamati ruang makan juga merasakan ada yang aneh dari situasi saat itu "Suasana saat ini begitu tenang, aku yakin akan terjadi badai mengerikan malam ini di kediaman Scottler." Pikir Xhavier lalu melangkah menuju ruang keluarga memantau keadaan dari jauh, ia harus memantau keadaan takut jika terjadi sesuatu pada Nhosa.
***
Alex, Nhosa dan Leana serta Nyonya Rose tiba di ruang tamu, mereka mengambil posisi duduk berjauhan seakan seperti menjaga jarak kecuali Leana yang selalu nempel dengan Alex hal itu bahkan membuat Alex sedikit risih.
Tuan Tommy menatap kearah Leana dan juga Nhosa serta Alex secara bergantian lalu berkata "Nhosa, besok adalah acara pernikahanmu dan Alex." Nhosa mengangguk membenarkan begitu juga dengan Alex.
"Maksud Papa mengumpulkan kalian semua disini karena Papa ingin meminta padamu Nhosa, Alex." Tuan Tommy menatap Nhosa dan Alex secara bergantian "Papa ingin membatalkan pernikahan kau Nhosa dengan Alex, dan Papa ingin menikahkan Alex dengan Leana." Mendengar itu mata Nhosa, Alex dan Xhavier langsung tersentak melotot.
Nhosa segera menatap kearah Leana yang saat ini sedang tersenyum begitu juga Alex langsung menatap Leana "Nampaknya ini yang kau rencanakan Leana." Pikir Alex.
"Bagaimana pendapatmu Alex?" Tanya Tuan Tommy, Alex berpikir sejenak ia tahu Nhosa akan tetap melanjutkan pernikahan dengannya apapun yang terjadi, menikahi Leana atau Nhosa itu semua tetap akan membuatnya menggapai tujuannya untuk balas dendam justru semakin mudah jika Leana menikah denganya.
"Alex?" Panggil Tuan Tommy seakan meminta jawaban dari Alex.
"Aku akan mengikuti keputusan dari Nhosa, Tuan Tommy. Jika Nhosa ingin membatalkan pernikahanku dengannya maka aku akan setuju untuk menikahi Leana tapi jika Nhosa ingin mempertahankan pernikahan kami aku akan melanjutkan pernikahanku dengan Nhosa." Jawab Alex membuat Nhosa tercengang, dan Leana tersenyum. Sementara itu di sudut ruangan keluarga Xhavier tampak tercengang mendengar jawaban dari Alex.
Tuan Tommy tertawa begitu juga dengan Leana "Hahahahah!" Suara Tuan Tommy tampak terdengar bahagia setelah mendengar jawaban dari Alex tanpa memikirkan perasaan Nhosa.
Tuan Tommy kini menatap Nhosa yang terduduk dengan kepala tertunduk "Kau tak perlu khwatir Alex, Nhosa pasti akan melepaskanmu menikahi Leana jika aku yang meminta padanya, selama ini Nhosa selalu mengalah pada Kakaknya dan selalu mengikuti perintahku. Benarkan Nhosa?" Ucap Tuan Tommy sembari melayangkan pertanyaan diakhir kalimatnya.
"Nhosa, benarkan sayang?" Tanya Tuan Tommy lagi tak ada jawaban dari Nhosa.
Alex menatap Nhosa dengan pandangan serius begitu juga dengan Leana dan Tuan Tommy.
"Nhosa, Papamu sedang bertanya sayang kenapa tidak dijawab?" Kini suara Nyonya Rose ikut terdengar.
"Kau setuju dengan perubahan ini bukan sayang. Dengar Nhosa, jika Alex menikahi Leana perusahaan kita akan untung." Ucap Tuan Tommy, mendengar itu Alex hanya menyerengit menatap tajam kearah Tuan Tommy.
"Mereka adalah orang Tuan yang mengerikan." Pikir Alex "Tapi tunggulah sebentar, aku akan membuat kalian dan Leana bertekuk lutut dihadapan Nhosa."
"Nhosa?" Panggil Tuan Tommy, namun masih tak ada jawaban dari Nhosa.
"Nhosa, jawab Papamu sayang." Pinta Nyonya Rose, ia khawatir Tuan Tommy akan berlaku kasar pada Nhosa begitu meilhat raut wajah Tuan Tommy yang nampak emosi karena masih belum mendapatkan jawaban dari Nhosa.
"NHOSAAA!..." Teriak Tuan Tommy kesal membuat Alex dan Leana tersentak kaget.
Alex menatap tuan Tommy dengan pandangan takjub, Alex berpikir Tuan Tommy adalah Ayah yang sangat menyayangi Nhosa hingga tak berani meninggikan suaranya pada Nhosa tapi nampaknya perkiraan Alex salah.
Tuan Tommy berdiri dengan wajah merah padam, melihat sang suami sudah dikuasai amarah Nyonya Rose langsung berlari mendekati Nhosa lalu duduk di hadapan Nhosa dalam posisi berjongkok.
"Nhosa sayang, cepat jawab Papamu jika tidak dia bisa marah besar nantinya." Pinta Nyonya Rose dengan nada suara panik.
Bersambung