Bab 3

1318 Kata
"Ra.... " Panggilnya Namun aku hanya diam saja karena jantung ini detak nya semakin cepat. "Ra.... " Panggil nya lagi dan langkahnya semakin dekat. Akhirnya ku jawab juga. "Ya ada apa pak?"ku jawab sebisa mungkin dengan santai. " Bisa bicara sebentar?"pintanya dengan lirih. "Bicara apa pak, kerjaan?"tanya ku " Bukan"jawabnya sambil menggelengkan kepala. "Em kalo gitu minta maaf Pak saya harus segera pulang sudah di tungguin Mila" Alasanku karena aku belum siap untuk berbicara dengannya apa lagi berhadapan. "Permisi pak" Pamit ku lalu melangkah pergi. Namun saat aku baru beberapa langkah tiba tiba dia berkata "Maaf" dengan parau. Akhir nya aku pun menoleh kembali. "Maaf, buat apa?"tanya ku dengan menatapnya. " Buat kejadian lima tahun lalu" Jawab nya. Aku di buat terdiam mendengar ucapan nya. Lalu dia berkata lagi "Aku tau kamu kecewa, aku bener bener minta maaf Ra" Dengan suara lirih. Aku pun tersenyum mencoba tenang mata ini ingin menangis. "Sudah aku maafkan,lagian kejadiannya sudah lama banget"kataku dengan lembut dan tersenyum walau mungkin kelihatan dipaksakan. Padahal pengennya ku maki saja itu si Rey tapi nggak ada keberanian. Sepertinya Reyhan akan mengucapkan sesuatu lagi. Tapi sebelum Rey bersuara Mila sudah memanggilku karena cowoknya sudah datang "Ra ayo" Teriaknya. Tadi Mila tuh lagi nelpon di tempat agak sepi karena cowoknya belum datang juga, jadi dia tidak tahu kalau aku bicara dengan Reyhan. "Ra ayo balik cowok gue udah datang ni"panggilnya lagi. "Iya Mil aku ke sana"jawab ku Aku pun berpamitan kepada Reyhan "Saya pulang dulu pak" Pamit ku. Aku pergi begitu saja membiarkan Reyhan bengong sendiri. Aku pun naik ke mobil cowok nya Mila. Mobil pun berjalan mungkin cuman sekitar dua puluh menit aku udah nyampe rumah. Karena hari ini aku kebagian libur jadi lanjut tidur aja. Eh gak lama kemudian tidur ku keganggu sama sahabat ku Ayu pagi-pagi dia udah datang aja ke rumah ku. "Nara.... Woy bangun lo.... "Teriaknya padahal dia udah masuk kamar. Nah kan emang teman nggak ada akhlak orang lagi tidur ganggu saja. "Apaan sih Yu lo pagi-pagi udah rusuh aja?kesal ku sambil bangun dari rebahan. " Ya habis lo juga, gue kirim pesan nggak bales"omelnya. Mau nggak mau akhir nya aku pun bangun dan pergi ke kamar mandi membiarkan Ayu ngoceh sendiri. Setelah beres ritual ku di kamar mandi aku pun keluar. Dan langsung duduk di karpet dekat tempat tidur. "Lo ga kuliah Yu, pagi pagi udah di kamar gue aja?tanya ku setelah duduk. " Gua kuliah siang, lo kenapa nggak bales chat gue?"tanyanya lagi. "Ya gue mau jawab apa. Lagian gue juga udah tau dan udah ketemu juga. "Beritahuku. "What?"Jawab Ayu Sambil melotot karena kaget " Terus gimana?"tanyanya sambil turun dari tempat tidur. "Ya nggak ada terus terus nya"jawabku asal. "Ya ketemu dia dimana?"ucapnya. Akhir nya mau nggak mau aku cerita juga sama Ayu " Di owner di kafe gue , dan semalam dia nyamperin gue saat gue mau balik"kata ku "Mau ngapain dia?'Tanya Ayu " Dia mau minta maaf"jawabku "Buat apa"tanya Ayu "Kejadian dulu"jawabku "Lo jawab apa?" tanya Ayu " Gue bilang sudah gue maafin lagian sudah lama juga , gue belum siap bertemu sama dia lo,tau sendiri gue masih suka sama dia bahkan gue masih berharap dia juga suka gue"ucapku dengan lirih. "Tapi bagus dong Ra kalo dia sudah mau ngomong sama lo, lo ada harapan buat dapetin dia dong"ucap Ayu dengan bangga. "Lo pikir gampang, dengan kondisi gue kaya gini"kataku dengan memukul tangannya. "Kenapa nggak" Kata Ayu dengan santai. tangan ku akhirnya mendarat di kepala Ayu " Aduh sakit woy"teriaknya. "Ya habis lo ngomong seenak jidat lo aja, dia tuh bos gue dan gue cuman karyawan mana mau dia sama gue"kesalku. "Ya tapi kan sekarang lo nggak culun kaya dulu"ucap ayu dengan membuka aibku dulu. "kurang ajar lo"kesalku. Tiba tiba mamah muncul di balik pintu "Ra ajak Ayu nya sarapan dulu, mamah udah bikin nasi goreng"titah mama. "Ya mah"jawabku "Makasih tante tau aja Ayu belum sarapan"ucapnya sambil senyum. "Ya pasti dong kan masih pagi"balas mamah "Ya udah Yuk kita sarapan dulu"ajakku Akhirnya aku dan Ayu pun sarapan dahulu karena aku juga lapar sih. Setelah sarapan Ayu pun pamit karena tadi dia dapet telpon dari teman nya kalo harus segera ke kampus. Nah sekarang aku cuman bisa rebahan saja karena nggak ada kerjaan. Dulu aku juga pengen sih kuliah cuman aku kasian sama papah toh keluarga ku bukan dari kalangan orang kaya. Aku bisa aja sih kerja sambil kuliah cuman aku udah nyaman kerja jadi ya udah deh lanjut kerja saja. "Ra... Nara... " Panggil mamah "Ya mah"jawabku "Anterin mamah ke toko kue yu, ambil pesanan"ucap mamah depan pintu. "Kue buat apa mah, perasaan nggak ada acara?" tanya ku dengan masih duduk di tempat tidur. " Buat acara di tempat pengajian"jawab mamah. "Oh ya sudah deh Nara siap siap dulu mah. " Nah disini lah sekarang aku berada di toko kue langganan mamah kata mamah sih enak enak kue nya. Saat aku lagi asik lihat lihat kue yang di etalase tiba tiba ada cewek cantik sama anak kecil umur nya kira kira lima tahun masuk dan anak kecil nyamperin ku. "Hai tante" Sapanya "Hai juga cantik"jawabku "Tante lagi beli kue juga ya?"tanya nya " Iya sayang, kamu juga mau beli?"tanya ku dengan tersenyum. "Enggak cuman mau ngambil bolu ulang taun buat om"jawab nya dengan riang. "Oh... "jawabku "Tante juga beli kue buat om ya"tanya nya dengan ringan. "Eh kok... " Belum beres aku ngomong ibu anak kecil itu udah ngajak pergi. "Ayo sayang kita pulang" Ajak cewek cantik tadi atau ibu anak ini. Aku pun melirik nya dan dia pun tersenyum. "Kami duluan ya?"pamitnya. " Iya"jawabku sambil tersenyum Mereka pun pergi. Dan nggak lama mamah pun beres. "Ayo Ra kita pulang udah beres ni" Beritahu mama. "Iya mah"jawabku Aku pun pulang. Setelah sampai rumah aku beranjak ke kamar dan lanjut rebahan lagi. Namun saat ingat ucapan anak kecil tadi aku jadi teringat sama Reyhan karena hari ini ulang tahunnya. Esok harinya aku pun sudah mulai kerja lagi. Semangat ku masih full kan baru libur. Karena aku masih sif siang jadi langsung layani pelayan jadi nggak harus bersih bersih dulu. Cuman saat aku lagi asik melayani pelanggan tiba tiba ada anak kecil yang nyamperin aku. "Tante, kerja disini?"Tanya anak kecil itu. " Eh.. Iya sayang"jawabku sambil nunduk. "Aurel kamu disini nenek nyariin kamu" Panggil Ibu paruh baya tapi masih cantik. Aku pun melirik saat ibu itu juga melihat ke arahku dengan ekspresi kaget. " Eh maaf ya Aurel pasti ganggu kamu" Ucapnya dengan lembut. "Eh enggak ko tante" jawabku sambil tersenyum. "Kamu cantik"pujinya. Eh ko masalah muji kan aku jadi salah tingkah. Belum sempat aku bales eh nongol lagi satu orang. "Mah aku cariin ternyata disini"ucap orang itu Saat ku lihat ternyata Reyhan. Deg... Deg.... Lah ni jantung bisa nggak normal dikit. ltu cowok pun melirik ku sambil senyum. Lah tambah mau loncat aja ni jantung. "Mah ayo bukan nya kita mau pulang ya?" Ajak Rey sama ibu nya. " Nggak mau, Aurel nggak mau pulang, mau disini aja sama tante" Tolak anak kecil itu. "Loh bukan nya tadi ngajak pulang ya?" tanya ibunya Reyhan. " Iya tadi nya,cuman kan sekarang ada tante jadi mau di sini aja"ucap anak kecil itu. Aku hanya diam saja karena tidak tahu apa-ap. "Jangan dong Rel kan tante nya mau kerja jangan diganggu ya?" Bujuk Reyhan. " Ngapain tante kerja di sini kan ini kafe punya om"tanya nya. Rey melirik ku dengan tatapan yang aku tidak tahu maksudnya apa. "Sayang sekarang kan waktunya bobo siang jadi Aurel pulang ya nanti aja main sama tante nya ya" Bujuk nenek nya. Aurel pun memajukan bibir nya sambil mengangguk. "Tapi om janji ya nanti ajak tante nya main ke rumah?" Pintanya dengan raut wajah memohon. " Iya sayang,sekarang Aurel pulang ya"jawab Reyhan Aku kaget Reyhan jawab seperti itu. "Tante aku pulang dulu ya?"pamitnya padaku. " Iya sayang"jawabku. "Dah tante" Sambil melambaikan tangan. "Kami pulang dulu ya" Pamit nya mamah Rey. "Iya tante" Sambil mengangguk Akhirnya mereka pergi juga.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN