Bab 4

1053 Kata
Berapa hari setelah pertemuan dengan dengan keluarganya Reyhan di kafe sampai hari ini aku tidak melihat lagi Reyhan. Hari ini juga aku gajian dan aku sama Mila sudah janjian buat main dulu ke mall. Aku pergi main ke Mall bukan untuk belanja tapi untuk sekedar melepas penat dan temani Mila belanja saja. Aku bukan tipe cewek yang suka poya-poya. Setelah puas keliling kami akan makan namun bingung mau makan di Restoran mana. "Ra lo mau makan dimana? tanya Mila saat sudah sampai di foodcourt. " Em... gimana lo aja lah Mil gue ngikut aja"jawabku karena bingung juga. "Ya udah deh,gue lagi pengen makan ramen lo mau kan?"putusnya dan bertanya padaku. " Oke deh apa aja aku makan ko"jawabku. Akhir nya kami pesan ramen saja sesuai kemauan Mila,kami langsung memesan. Namun saat kami sedang asik menikmati makanan tiba-tiba aku melihat Reyhan masuk ke Restoran ini bersama seorang cewek cantik. Saat aku sedang memperhatikan Reyhan tiba-tiba berkata "Ra itu kan pak Reyhan ya?" Sambil menunjuknya. "Mana? " Tanyaku pura-pura tidak melihat. "Itu yang bersama cewek cantik pakai dress merah" Ucapnya menjelaskan. "Oh, ceweknya cantik ya" Kataku dengan lirih. " Ceweknya kali ya"tebak Mila. "Mungkin" Kataku sedikit cuek. Kami pun melanjutkan makan namun selama makan aku melamun karena jujur melihat Reyhan jalan dengan cewek rasa nya tuh nyesek banget,apalagi ceweknya itu lebih cantik dari aku. Aku jadi kepikiran, terus buat apa selama ini aku masih berharap kaku ternyata dia sudah punya cewek. Padahal sejak awal aku sudah tahu kalau dia tidak ada perasaan sama sekali padaku dan tanpa terasa air mataku menetes keluar. "Ra lo kenapa nangis?" tanya Mila sambil menepuk pundak ku. " eh... kenapa?" Bingung ku. "lo nangis?" tanya Mia sambil melihat wajahku. " Nggak ko ini cuman kepedasan saja" Bohongku untuk menutupinya. "oh... elo sih udah tau nggak kuat pedas malah di tambah pedes nya"kesalnya. Aku hanya mengangkat bahu saja tak membalas perkataannya. "Balik yu!"ajakku pada Mila. " Ayo"balasnya. Akhir kami pun pulang. Sesampainya dirumah aku langsung merebahkan tubuhku di kasur sambil menatap langit-langit kamar,aku memikirkan perasaanku yang masih berharap pada Reyhan. "kenapa aku masih mengharapkan cowok yang jelas jelas menolak ku" Ucapku dalam hati. Aku terus memikirkan bagaimana caranya aku bisa benar-benar menghilangkan perasaan ini. Akhirnya aku pun ketiduran mungkin karena capek dan banyak pikiran jadi aku langsung ketiduran saja. Esok harinya aku seperti biasa bekerja walau masih dengan hati sedih. Namun saat aku sudah mengantar kan pesanan tiba tiba mba Dian memanggilku. "Ra sini deh bentar"panggil nya. "Ya mba ada apa?" Tanyaku saat sudah di hadapan mbak Dian. " Lo dipanggil ke ruangan bang Irfan! " Kata mbak Diam memberitahuku. "Ada apa ya mba? sekarang? " tanya ku bingung. " Mana gue tau, iya sekarang"jawab nya "Ya udah deh mbak gue kesana dulu "pamitku. Akhirnya aku pun beranjak ke ruangan nya bang Irfan, sambil mikir " Ada apa ya babg Irfan panggil aku"gumamku. Sesampai nya di depan pintu aku mengetuk pintu dahulu kan biar sopan. tok... tok... "Masuk" sahut dari dalam. Aku pun membuka pintu dan ku lihat di sana ada bang irfan dan cewek yang kemarin bersama Reyhan. "Lagi ngapain dia disini apa cari Reyhan." Pikirku sambil berjalan ke meja bang Irfan. "Ada apa bang panggil saya?"tanya ku saat sudah di hadapan bang Irfan. " Kamu hari ini pulang kerja ada acara?" tanya nya. "Em... kenapa bang? nggak ada langsung pulang ko"jawabku dengan bingung. "Ya udah kalo gitu kamu hari ini temen Amel ya ke rumah sakit!"katanya sambil menatap cewek yang di samping nya. Cewek itu pun tersenyum. " Nganterin ke rumah sakit, mau ngapain bang?"akhirnya aku tanyakan juga karena bingung. "Em… kamu disuruh Reyhan buat jenguk Aurel yang lagi sakit" Ucapnya memberitahuku. "Iya Ra, Aurel nggak mau makan sebelum ketemu sama kamu" Timpal cewek cantik itu. Aku hanya diam menatap bang Irfan dan cewek itu. "Ra, dia ini Amel calon tunanganku" Ucap babg Irfan memperkenalkan cewek cantik itu. "Amelia"ucapnya sambil merentangkan tangan mengajak salaman. Aku pun balas menjabat tangan nya. "Nara"ucap ku "Cantik ya bang, pantesan nggak bisa berpaling"bisiknya pada bang Irfan tapi masih bisa ku dengar. Bang Irfan cuman senyum aja. "Kamu maukan temui Aurel? Aku temani kok" Tanyanya padaku. "Tapi… . " Ucap ku menggantung. "Gue tau Ra lo pasti malu dan risih juga, tapi kalau lo nggak mau nanti Reyhan sendiri lo yang jemput lo" Kata bang Irfan memberitahuku. "Ya udah deh aku mau sama mbak Amel saja" Keputusanku akhirnya. Disinilah sekarang aku di rumah sakit setelah tadi bang Irfan sama mbak Amel maksa aku buat mau ke rumah sakit. Sesampai nya di pintu ruang rawat aku menarik tangan nya mbak Amel. "Ada apa?" Tanya mbak Amel saat melirik. "Mbak aku di sini saja ya"pintaku. jujur aku deg degan mau masuk ke ruangan. "Loh kenapa kan yang mau ketemu sama Aurel kamu bukan saya"kata mbak Amel. "Iya sih mbak,tapi aku malu sama keluarganya pak Reyhan"jawabku lirih. "Sudah tidak apa ayo" Ucapnya sambil menarik tanganku. "Tapi mba.... "Ucapanku terpotong karena tiba tiba pintu ruangan Aurel terbuka dari dalam. Muncul mama Reyhan "Eh Amel kok nggak masuk?" tanya mamanya Reyhan. " Ini tante Nara nya nggak mau masuk kata nya malu"jawabnya. Aku hanya melotot mendengar ucapan mbak Amel. "Oh... nggak usah malu Ra masuk aja Reyhan nggak ada ko"ucap Mama Reyhan sambil tersenyum. Aku pun hanya balas tersenyum sambil mikir " Kok ngomongnya begitu" akhirnya aku pun masuk dan ternyata di dalam cuman ada mamanya Aurel. "Sore mbak, gimana keadaan nya Aurel?"tanya ku sambil menyalaminya. " Allhamdulilah udah baikan, cuman dia mau ketemu kamu. "ucap nya. " Oh gitu ya mbak"ucapku lalu aku menatap Aurel. "Aurel kenapa ingin ketemu tante?" Tanyaku pada Aurel sambil mengusap rambutnya. "Aurel pengen main sama tante" Jawabnya sambil nunduk. "Maaf ya tantenya sibuk harus kerja jadi belum bisa main sama Aurel" Ucapku mencoba memberi pengertian. "Kan tante bisa minta libur sama om" Ucapnya sambil menatapku. Aku cukup lama berada di rumah sakit temani Aurel ngobrol dan saat malam hari aku langsung pamit sama mamanya Aurel. "Mbak aku pamit pulang ya,udah malam"pamitku. "Oh iya Ra makasih ya udah mau kesini"ucapnya dengan lembut. "Iya mbak nggak apa ko" Balasku. "Ya sudah bentar mbak panggilkan Reyhan dulu biar dia antar"kata nya lalu bangun dari duduknya. "Eh mbak enggak usah,aku bisa pulang sendiri "kataku. " Udah nggak apa-apa, lagian Reyhan udah nungguin ko"beritahunya. "Eh" Kagetku. Mamanya Aurel pun pergi keluar dan tak lama Reyhan masuk bersama kakaknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN